alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Banyak Desa di Kab Pasuruan yang Belum Cairkan Anggaran

BANGIL, Radar Bromo – Tahun anggaran 2022, sudah berjalan empat bulan. Namun, banyak pemerintah desa di Kabupaten Pasuruan belum bisa menjalankan programnya. Mereka masih terkendala anggaran.

Kepala Bidang Bina Keuangan dan Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pasuruan Isminasih mengatakan, pemerintah desa ada yang belum menyelesaikan persyaratan pencairan dana desa dan alokasi dana desa. Salah satunya APBDes 2022 yang masih proses penyempurnaan.

Karena itu, pencairan anggarannya belum bisa dilakukan. Menurut Isminasih, dari 341 desa di Kabupaten Pasuruan, sudah melebihi separo yang telah mengajukan pencairan anggaran. Ada 297 pemerintah desa yang telah menyerahkan berkas pencairan tahap pertama. Baik untuk pencairan DD ataupun ADD. “Berkasnya sudah kami serahkan ke Badan Keuangan Daerah. Sebagian besar sudah dicairkan,” ujarnya.

Ia mengaku terus mendorong pemerintah desa menyelesaikan persyaratannya. Agar alokasi dana desa dan dana desa bisa segera cair, sehingga pemerintah desa bisa menjalankan programnya.

Entah itu untuk bantuan langsung tunai (BLT), pembangunan infrastruktur hingga penghasilan tetap aparatur desa. Seperti yang disampaikan Isminasih, dana desa yang disiapkan tahun ini mencapai sekitar Rp 370 miliar. Lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 365 miliar.

Sementara, alokasi dana desa berkurang. Sebelumnya, mencapai Rp 137 miliar, tahun ini hanya Rp 119 miliar. Anggaran ini untuk menopang program pemerintah desa. Baik pembangunan infrastruktur, penanganan Covid-19, dan mendorong perekonomian warga. (one/rud)

BANGIL, Radar Bromo – Tahun anggaran 2022, sudah berjalan empat bulan. Namun, banyak pemerintah desa di Kabupaten Pasuruan belum bisa menjalankan programnya. Mereka masih terkendala anggaran.

Kepala Bidang Bina Keuangan dan Pelayanan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pasuruan Isminasih mengatakan, pemerintah desa ada yang belum menyelesaikan persyaratan pencairan dana desa dan alokasi dana desa. Salah satunya APBDes 2022 yang masih proses penyempurnaan.

Karena itu, pencairan anggarannya belum bisa dilakukan. Menurut Isminasih, dari 341 desa di Kabupaten Pasuruan, sudah melebihi separo yang telah mengajukan pencairan anggaran. Ada 297 pemerintah desa yang telah menyerahkan berkas pencairan tahap pertama. Baik untuk pencairan DD ataupun ADD. “Berkasnya sudah kami serahkan ke Badan Keuangan Daerah. Sebagian besar sudah dicairkan,” ujarnya.

Ia mengaku terus mendorong pemerintah desa menyelesaikan persyaratannya. Agar alokasi dana desa dan dana desa bisa segera cair, sehingga pemerintah desa bisa menjalankan programnya.

Entah itu untuk bantuan langsung tunai (BLT), pembangunan infrastruktur hingga penghasilan tetap aparatur desa. Seperti yang disampaikan Isminasih, dana desa yang disiapkan tahun ini mencapai sekitar Rp 370 miliar. Lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 365 miliar.

Sementara, alokasi dana desa berkurang. Sebelumnya, mencapai Rp 137 miliar, tahun ini hanya Rp 119 miliar. Anggaran ini untuk menopang program pemerintah desa. Baik pembangunan infrastruktur, penanganan Covid-19, dan mendorong perekonomian warga. (one/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/