Proyek Graha Pelayanan Publik di Kab Pasuruan Ditunda

TAK BANYAK BERUBAH: Kompleks perkantoran Raci, Bangil, bakal tak banyak perubahan tahun ini. sebab, rencana pembangunan 2 kantor anyar dan Graha Pelayanan Publik tertunda karena anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Bukan hanya pembangunan dua gedung OPD yang terancam gagal dibangun tahun ini. Rencana pendirian gedung Graha Pelayanan Publik di kompleks perkantoran Raci juga dimungkinkan tak akan terealisasi.

Hal ini tak lain imbas kebijakan refocusing yang dilakukan pemerintah daerah. Anggaran Rp 3 miliar yang direncanakan untuk membangun gedung berlantai tiga itu, terancam tak bisa dilaksanakan.

Hal ini diakui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan Eddy Supriyanto. Ia mengungkapkan, kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk membangun gedung tersebut.

Sebab, anggaran yang telah dialokasikan sebelumnya, dimungkinkan ikut dalam pengalihan anggaran. “Melihat situasi saat ini, sepertinya memang tidak bisa dilaksanakan (pembangunan gedung, Red),” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menuturkan, proyek yang belum masuk kontrak per 1 April, harus dilakukan penundaan. Termasuk gedung pelayanan publik yang diproyeksikan akan dibangun di samping DPMPT tersebut.

Karena anggarannya harus dialihkan dalam penanganan kebencanaan nonalam. “Anggarannya dialihkan untuk penanganan virus korona. Sehingga, pembangunan gedung tersebut terpaksa ditunda,” ujar Hari.

Gedung Graha Pelayanan Publik itu, semula dianggarkan Rp 3 miliar. Rencananya, pemkab akan membangunnya berlantai tiga. Rencana pembangunan tersebut sebenarnya bukan tanpa alasan. Pemkab mewacanakan pelayanan publik yang cepat. Seperti pengurusan adminduk ataupun perizinan. (one/mie)