alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Sering Tergenang, Jalan Jambu di Bangil Butuh Saluran Drainase

BANGIL, Radar Bromo – Berkali-kali ada perbaikan. Aspal jalan pun telah ditinggikan. Namun, genangan air masih saja menggenangi Jalan Jambu, Bangil. Itu, akibat tidak ada saluran air di lokasi.

Genangan air di Jalan Jambu dirasakan sangat mengganggu warga Ledok dan Kiduldalem. Pengguna jalan yang menuju ke Mendalan, Kolursari, Sidowayah, Pasar Bangil, maupun Pandaan juga tidak nyaman. Sering timbul kemacetan.

Warga berharap agar segera ada pembangunan saluran drainase di Jalan Jambu. Air bisa cepat mengalir. Rifqy, warga Kiduldalem, mengatakan bahwa Jalan Jambu memang sudah waktunya mendapatkan penanganan yang lebih solutif.

Sebenarnya, kerusakan sudah pernah diperbaiki. Namun, upaya itu akan sia-sia karena di lokasi tidak ada saluran air yang memadai. Kalau hujan melanda, air menggenang dan sulit mengalir.

”Jalannya memang sudah dibangun. Tapi, muncul masalah baru. Genangannya belum teratasi,” ujarnya.

Rifqy menambahkan, seharusnya, perbaikan jalan tersebut ditunjang dengan pembangunan saluran drainase. Supaya, air hujan yang menggenangi jalan bisa teralirkan. Dengan begitu, tidak sampai terjadi genangan setelah hujan. Saluran drainase juga bisa mengurangi risiko kerusakan jalan. Aspal tidak cepat rusak.

BANGIL, Radar Bromo – Berkali-kali ada perbaikan. Aspal jalan pun telah ditinggikan. Namun, genangan air masih saja menggenangi Jalan Jambu, Bangil. Itu, akibat tidak ada saluran air di lokasi.

Genangan air di Jalan Jambu dirasakan sangat mengganggu warga Ledok dan Kiduldalem. Pengguna jalan yang menuju ke Mendalan, Kolursari, Sidowayah, Pasar Bangil, maupun Pandaan juga tidak nyaman. Sering timbul kemacetan.

Warga berharap agar segera ada pembangunan saluran drainase di Jalan Jambu. Air bisa cepat mengalir. Rifqy, warga Kiduldalem, mengatakan bahwa Jalan Jambu memang sudah waktunya mendapatkan penanganan yang lebih solutif.

Sebenarnya, kerusakan sudah pernah diperbaiki. Namun, upaya itu akan sia-sia karena di lokasi tidak ada saluran air yang memadai. Kalau hujan melanda, air menggenang dan sulit mengalir.

”Jalannya memang sudah dibangun. Tapi, muncul masalah baru. Genangannya belum teratasi,” ujarnya.

Rifqy menambahkan, seharusnya, perbaikan jalan tersebut ditunjang dengan pembangunan saluran drainase. Supaya, air hujan yang menggenangi jalan bisa teralirkan. Dengan begitu, tidak sampai terjadi genangan setelah hujan. Saluran drainase juga bisa mengurangi risiko kerusakan jalan. Aspal tidak cepat rusak.

MOST READ

BERITA TERBARU

/