alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

TPA Kenep Bakal Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau

BANGIL, Radar Bromo – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kenep tidak menampung sampah lagi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan berencana mendesain ulang lokasi tersebut. Salah satunya, digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan DLH Kabupaten Pasuruan Syahnur Indra menjelaskan, sudah beberapa bulan terakhir ini TPA Kenep tak digunakan lagi. Tempat itu pernah terbakar. Untuk penampungan sampah, DLH mengoperasikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto di Kecamatan Sukorejo.

”Masih kami tata lagi TPA Kenep,” ungkapnya.

Luas bekas TPA Kenep mencapai 3 hektare. Saat ini, TPA Kenep menganggur. Tumpukan sampah masih menggunung. Dari dalam gunungan sampah itu, mengepul asap tebal. Setiap hari ternyata masih ada pemulung yang mengais rezeki di sana. Ada sekitar 70 pemulung. Mereka mencari benda-benda yang mungkin bisa dirupiahkan.

Syahnur berpandangan, Kabupaten Pasuruan masih membutuhkan banyak tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Karena itu, selain sebagai RTH, bekas TPA Kenep juga memungkinkan digunakan sebagai TPST. Tujuannya, TPA Kenep bisa tetap menjadi solusi untuk mengolah sekitar 60 ton sampah setiap hari.

”RTH juga dibutuhkan agar kawasan setempat lebih hijau. Memang, pemanfaatan eks TPA lebih cenderung untuk RTH,” tambah Syahnur. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kenep tidak menampung sampah lagi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan berencana mendesain ulang lokasi tersebut. Salah satunya, digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan DLH Kabupaten Pasuruan Syahnur Indra menjelaskan, sudah beberapa bulan terakhir ini TPA Kenep tak digunakan lagi. Tempat itu pernah terbakar. Untuk penampungan sampah, DLH mengoperasikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto di Kecamatan Sukorejo.

”Masih kami tata lagi TPA Kenep,” ungkapnya.

Luas bekas TPA Kenep mencapai 3 hektare. Saat ini, TPA Kenep menganggur. Tumpukan sampah masih menggunung. Dari dalam gunungan sampah itu, mengepul asap tebal. Setiap hari ternyata masih ada pemulung yang mengais rezeki di sana. Ada sekitar 70 pemulung. Mereka mencari benda-benda yang mungkin bisa dirupiahkan.

Syahnur berpandangan, Kabupaten Pasuruan masih membutuhkan banyak tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Karena itu, selain sebagai RTH, bekas TPA Kenep juga memungkinkan digunakan sebagai TPST. Tujuannya, TPA Kenep bisa tetap menjadi solusi untuk mengolah sekitar 60 ton sampah setiap hari.

”RTH juga dibutuhkan agar kawasan setempat lebih hijau. Memang, pemanfaatan eks TPA lebih cenderung untuk RTH,” tambah Syahnur. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/