alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Terima Dokter Pendidikan Lagi di RSUD Bangil

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 mendorong RSUD Bangil membuat sejumlah kebijakan pembatasan. Tak terkecuali layanan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di RSUD Bangil. Program itu direncanakan bisa berjalan lagi.

Kegiatan rutin yang berlangsung setiap tahun itu saat ini dihentikan sementara. Tujuannya, menghindari penyebaran Covid-19. ”Kami memang bekerja sama dengan Universitas Brawijaya untuk penyediaan PPDS. Dokter-dokter spesialis universitas setempat bisa magang di RSUD Bangil,” kata Humas RSUD Bangil M. Hayat.

Setiap tahun, ada setidaknya 10 hingga 15 dokter magang yang berpraktik di RSUD Bangil. Tentu, tidak hanya menguntungkan calon dokter spesialis tersebut. Program tersebut juga bermanfaat bagi RSUD Bangil. Yakni, ada tambahan tenaga kesehatan.

Sejak 2020, kebijakan tersebut ”dibekukan”. Seiring dengan pandemi Covid-19. Sejak itu, RSUD Bangil tidak menerima dokter-dokter magang. ”Pihak universitas kan tidak mengizinkan anak didiknya bertugas,” jelasnya.

Namun, kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mulai menyusut. Itu menjadi evaluasi tersendiri. Menurut Hayat, program tersebut akan dibuka kembali. Mulai Juli 2021, dokter-dokter magang itu diperkenankan bertugas di RSUD Bangil.

”Kasus Covid-19 kan mulai melandai. Jadi ada kebijakan membuka PPDS tersebut,” timpalnya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 mendorong RSUD Bangil membuat sejumlah kebijakan pembatasan. Tak terkecuali layanan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di RSUD Bangil. Program itu direncanakan bisa berjalan lagi.

Kegiatan rutin yang berlangsung setiap tahun itu saat ini dihentikan sementara. Tujuannya, menghindari penyebaran Covid-19. ”Kami memang bekerja sama dengan Universitas Brawijaya untuk penyediaan PPDS. Dokter-dokter spesialis universitas setempat bisa magang di RSUD Bangil,” kata Humas RSUD Bangil M. Hayat.

Setiap tahun, ada setidaknya 10 hingga 15 dokter magang yang berpraktik di RSUD Bangil. Tentu, tidak hanya menguntungkan calon dokter spesialis tersebut. Program tersebut juga bermanfaat bagi RSUD Bangil. Yakni, ada tambahan tenaga kesehatan.

Sejak 2020, kebijakan tersebut ”dibekukan”. Seiring dengan pandemi Covid-19. Sejak itu, RSUD Bangil tidak menerima dokter-dokter magang. ”Pihak universitas kan tidak mengizinkan anak didiknya bertugas,” jelasnya.

Namun, kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mulai menyusut. Itu menjadi evaluasi tersendiri. Menurut Hayat, program tersebut akan dibuka kembali. Mulai Juli 2021, dokter-dokter magang itu diperkenankan bertugas di RSUD Bangil.

”Kasus Covid-19 kan mulai melandai. Jadi ada kebijakan membuka PPDS tersebut,” timpalnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/