alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Listrik di TPA Sampah Wonokerto Harus Ditambah Daya

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Nasib Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, belum juga jelas. Meski sudah diresmikan Februari 2021, hingga kini TPA itu tidak kunjung difungsikan.

Keberadaan TPA Wonokerto menjadi harapan agar tumpukan sampah di TPA Kenep, Kecamatan Beji, teratasi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengakui, hingga kini, TPA Wonokerto belum bisa dimanfaatkan. Penyebabnya masih sama, problem listrik.

”Kami sudah mengajukan masalah kelistrikan itu ke PLN. Sekarang masih menunggu PLN untuk penambahan daya,” kata Heru.

Dia menegaskan, infrastruktur di TPA Wonokerto sejatinya sudah memadai. Baik tempat sampah maupun lindinya sudah dibangun. Jalur menuju lokasi penampungan sampah pun telah ditangani.

”Infrastrukturnya sudah disiapkan. Termasuk, jembatan timbangnya. Tapi, karena listriknya belum memadai, TPA belum bisa dioperasikan,” jelasnya.

Kondisi ini menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri. Menurut dia, TPA Wonokerto menjadi harapan agar persoalan sampah di wilayah Kabupaten Pasuruan teratasi.

”Sayangnya kan hingga kini, TPA Wonokerto tak bisa berfungsi. Jadi, gunung sampah, terutama di TPA Kenep, belum juga teratasi,” ujarnya.

Damanhuri berharap DLH bisa segera menyelesaikan persoalan tersebut. Mengingat, biaya untuk membangun TPA Wonokerto tidaklah murah. Miliaran rupiah telah digelontorkan. ”Kalau tidak difungsikan, kan muspra,” bebernya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Nasib Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, belum juga jelas. Meski sudah diresmikan Februari 2021, hingga kini TPA itu tidak kunjung difungsikan.

Keberadaan TPA Wonokerto menjadi harapan agar tumpukan sampah di TPA Kenep, Kecamatan Beji, teratasi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengakui, hingga kini, TPA Wonokerto belum bisa dimanfaatkan. Penyebabnya masih sama, problem listrik.

”Kami sudah mengajukan masalah kelistrikan itu ke PLN. Sekarang masih menunggu PLN untuk penambahan daya,” kata Heru.

Mobile_AP_Half Page

Dia menegaskan, infrastruktur di TPA Wonokerto sejatinya sudah memadai. Baik tempat sampah maupun lindinya sudah dibangun. Jalur menuju lokasi penampungan sampah pun telah ditangani.

”Infrastrukturnya sudah disiapkan. Termasuk, jembatan timbangnya. Tapi, karena listriknya belum memadai, TPA belum bisa dioperasikan,” jelasnya.

Kondisi ini menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri. Menurut dia, TPA Wonokerto menjadi harapan agar persoalan sampah di wilayah Kabupaten Pasuruan teratasi.

”Sayangnya kan hingga kini, TPA Wonokerto tak bisa berfungsi. Jadi, gunung sampah, terutama di TPA Kenep, belum juga teratasi,” ujarnya.

Damanhuri berharap DLH bisa segera menyelesaikan persoalan tersebut. Mengingat, biaya untuk membangun TPA Wonokerto tidaklah murah. Miliaran rupiah telah digelontorkan. ”Kalau tidak difungsikan, kan muspra,” bebernya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2