alexametrics
29.3 C
Probolinggo
Saturday, 21 May 2022

Imbas Banjir, 19 Jembatan di Kab Pasuruan Alami Kerusakan

BANGIL, Radar Bromo – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir membuat sejumlah jembatan di Kabupaten Pasuruan alami kerusakan. Perbaikannya pun bisa menelan anggaran hingga miliaran.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menguraikan, dari catatan awal, ada setidaknya 19 jembatan yang mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi beragam. Ada yang parah sampai terputus, hingga kerusakan ringan dan sedang.

Kerusakan jembatan itu, terjadi di sejumlah wilayah. Mulai di wilayah Pandaan, seperti di Sebani, hingga di wilayah Gempol seperti di Ngerong dan sejumlah kecamatan yang lain.

“Ada 19 titik yang kami temukan. Bukan tidak mungkin, jumlah itu bertambah. Kami masih melakukan asesmen,” ujar Hanung saat ditemui Senin (8/2).

Pemulihan jembatan-jembatan tersebut, bisa menelan dana yang tak sedikit. Paling tidak, dibutuhkan dana hingga Rp 3,7 miliar untuk membenahi belasan jembatan tersebut.

Biaya besar untuk penanganan jembatan itu, bisa dilakukan dengan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT). “Berdasarkan hitungan kami, kebutuhan untuk membenahi jembatan-jembatan yang mengalami kerusakan tersebut, mencapai Rp 3,7 miliar. Itu seandainya, tidak ada temuan lagi kerusakan jembatan yang lain,” bebernya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri menguraikan, pemulihan dampak bencana memang membutuhkan dana yang besar. Penggunaan dana BTT memang bisa saja dilakukan.

Namun dengan penyerapan BTT sepenuhnya, maka akan memengaruhi ketersediaan anggaran untuk BTT tersebut. Padahal, risiko bencana masih bisa saja terjadi. “Padahal, masih awal tahun. Kalau hanya mengandalkan BTT, maka belum pertengahan tahun, bisa habis anggaran BTT tersebut,” tandasnya.

Karena itu, ia berharap Pemkab bisa mengajukan anggaran ke pemerintah pusat ataupun provinsi. Setidaknya, ada support dari pemprov ataupun pusat untuk membantu dalam perbaikannya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir membuat sejumlah jembatan di Kabupaten Pasuruan alami kerusakan. Perbaikannya pun bisa menelan anggaran hingga miliaran.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menguraikan, dari catatan awal, ada setidaknya 19 jembatan yang mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi beragam. Ada yang parah sampai terputus, hingga kerusakan ringan dan sedang.

Kerusakan jembatan itu, terjadi di sejumlah wilayah. Mulai di wilayah Pandaan, seperti di Sebani, hingga di wilayah Gempol seperti di Ngerong dan sejumlah kecamatan yang lain.

“Ada 19 titik yang kami temukan. Bukan tidak mungkin, jumlah itu bertambah. Kami masih melakukan asesmen,” ujar Hanung saat ditemui Senin (8/2).

Pemulihan jembatan-jembatan tersebut, bisa menelan dana yang tak sedikit. Paling tidak, dibutuhkan dana hingga Rp 3,7 miliar untuk membenahi belasan jembatan tersebut.

Biaya besar untuk penanganan jembatan itu, bisa dilakukan dengan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT). “Berdasarkan hitungan kami, kebutuhan untuk membenahi jembatan-jembatan yang mengalami kerusakan tersebut, mencapai Rp 3,7 miliar. Itu seandainya, tidak ada temuan lagi kerusakan jembatan yang lain,” bebernya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri menguraikan, pemulihan dampak bencana memang membutuhkan dana yang besar. Penggunaan dana BTT memang bisa saja dilakukan.

Namun dengan penyerapan BTT sepenuhnya, maka akan memengaruhi ketersediaan anggaran untuk BTT tersebut. Padahal, risiko bencana masih bisa saja terjadi. “Padahal, masih awal tahun. Kalau hanya mengandalkan BTT, maka belum pertengahan tahun, bisa habis anggaran BTT tersebut,” tandasnya.

Karena itu, ia berharap Pemkab bisa mengajukan anggaran ke pemerintah pusat ataupun provinsi. Setidaknya, ada support dari pemprov ataupun pusat untuk membantu dalam perbaikannya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/