alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Ada 17 Ha Lahan Garam di Raci Bangil, Usulkan KEK Garam Tahun Depan

BANGIL,Radar Bromo – Pemkab Pasuruan melalui Dinas Perikanan setempat telah mengajukan ke pusat agar masuk program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) garam pada 2021. Hal itu dilakukan usai ada kepastian kelompok petambak garam yang lahannya bersedia untuk dijadikan KEK.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan

Slamet Nurhandoyo mengatakan, program KEK ini merupakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menggarap lahan garam lebih maksimal. Termasuk di Kabupaten Pasuruan sudah dilakukan pemetaan pada 2019 lalu.

“Sebelumnya, memang ada kendala belum ada lahan garam yang mau dilakukan integrasi. Tapi, setelah rutin ada komunikasi dengan petambak dan didata, ada lahan garam yang memenuhi syarat dijadikan KEK garam,” ujar Slamet.

Untuk syarat KEK, minimal ada 15 hektare. Sedangkan di Desa Raci, Kecamatan Bangil, saat ini bahkan tersedia 17 hektare. Sehingga, lahan terintegrasi di Desa Raci sudah memenuhi syarat untuk dijadikan KEK garam.

Saat dilakukan pemetaan pada 2019 lalu oleh pusat, di Kabupaten Pasuruan disebutkan mempunyai banyak potensi lahan yang bisa dijadikan KEK. Namun, tak semua petambak garam mau lahannya digabung dengan lahan tambak lain.

“Setelah rutin komunikasi, baru bersedia. Termasuk nanti juga akan dibuatkan surat pernyataan kesanggupan lahannya terintegrasi selama 5 tahun. Namun, tetap tidak mengubah batas-batas tambak milik perseorangan,” imbuhnya.

Jika pengajuan KEK itu bisa terealisasi tahun depan, nantinya dari pusat akan mencukupi sarana dan prasarana (sarpras) kebutuhan produksi. Mulai dari geoisolator sampai alat produksi seperti kincir sampai pompa air, termasuk pembinaan petambak, perencanaan pengembangan terarah dan menjadi pusat garam nasional. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU