alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Usai Diterjang Banjir, Warga Desak Normalisasi Kali Bajangan

GONDANG WETAN, Radar Bromo – Banjir yang melanda Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan, menimbulkan trauma warga setempat. Usai diterjang banjir, warga pun meminta agar Sungai Bajangan yang meluap hingga memicu banjir untuk dinormalisasi.

Arif, salah seorang warga setempat mengatakan, penyebab banjir yang melanda daerahnya karena adanya pedangkalan sungai Bajangan. Sehingga, air yang biasanya lancar ke hilir, tak tertampung lagi dan meluap.

“Kami berharap ada pengerukan. Sungai ini sudah mulai dangkal. Itulah yang menyebabkan air sungai meluap sampai ke permukiman warga,” kata Arif.

Selain pengerukan, agar tak terjadi banjir kembali, diperlukan penambahan tanggul. Tepatnya, di sebelah barat sungai yang berbatasan langsung ke rumah warga. Lokasinya, ada di utara jembatan Bajangan atau Ranggeh. “Tanggul juga diperlukan. Ini untuk menahan air ketika pasang,” jelas Arif.

Pria yang juga menjadi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) itu menjelaskan, di sisi selatan jembatan yang masuk perbatasan dengan Dusun Bendo, ada pengukur volume air sungai. Lokasinya, ada di tikungan. Kondisi itu membuat aliran sungai tersendat.

“Posisinya seharusnya dipindah. Karena ini menghalangi air yang dari selatan. Seharusnya air itu lurus, malah belok dan menghantam tebing. Sehingga meluap,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Camat Gondang Wetan Zaki Yamani kemarin (7/1) juga tampak mengecek lokasi. Ia mengecek pengerukan lumpur yang tinggal sedikit. “Sudah kami cek dan kami data mana saja yang terdampak,” katanya.

Ia menambahkan, aspirasi warga untuk pengerukan dan pemindahan pengukur volume air sungai, sudah ditampungnya. Pihaknya akan mengusulkannya kepada dinas terkait agar ditindaklanjuti. “Kami tampung. Dan nanti kami akan usulkan kepada dinas terkait,” terangnya. (sid/mie)

GONDANG WETAN, Radar Bromo – Banjir yang melanda Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan, menimbulkan trauma warga setempat. Usai diterjang banjir, warga pun meminta agar Sungai Bajangan yang meluap hingga memicu banjir untuk dinormalisasi.

Arif, salah seorang warga setempat mengatakan, penyebab banjir yang melanda daerahnya karena adanya pedangkalan sungai Bajangan. Sehingga, air yang biasanya lancar ke hilir, tak tertampung lagi dan meluap.

“Kami berharap ada pengerukan. Sungai ini sudah mulai dangkal. Itulah yang menyebabkan air sungai meluap sampai ke permukiman warga,” kata Arif.

Selain pengerukan, agar tak terjadi banjir kembali, diperlukan penambahan tanggul. Tepatnya, di sebelah barat sungai yang berbatasan langsung ke rumah warga. Lokasinya, ada di utara jembatan Bajangan atau Ranggeh. “Tanggul juga diperlukan. Ini untuk menahan air ketika pasang,” jelas Arif.

Pria yang juga menjadi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) itu menjelaskan, di sisi selatan jembatan yang masuk perbatasan dengan Dusun Bendo, ada pengukur volume air sungai. Lokasinya, ada di tikungan. Kondisi itu membuat aliran sungai tersendat.

“Posisinya seharusnya dipindah. Karena ini menghalangi air yang dari selatan. Seharusnya air itu lurus, malah belok dan menghantam tebing. Sehingga meluap,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Camat Gondang Wetan Zaki Yamani kemarin (7/1) juga tampak mengecek lokasi. Ia mengecek pengerukan lumpur yang tinggal sedikit. “Sudah kami cek dan kami data mana saja yang terdampak,” katanya.

Ia menambahkan, aspirasi warga untuk pengerukan dan pemindahan pengukur volume air sungai, sudah ditampungnya. Pihaknya akan mengusulkannya kepada dinas terkait agar ditindaklanjuti. “Kami tampung. Dan nanti kami akan usulkan kepada dinas terkait,” terangnya. (sid/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/