alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Urung Lanjutkan Pembenahan Hutan Kota di Bangil Tahun Ini

BANGIL, Radar Bromo – Di akhir tahun lalu dua hutan kota di wilayah Bangil dipercantik. Yakni, Hutan Kota Pogar dan Hutan Kota Kalirejo. Anggarannya, mencapai sekitar Rp 200 juta untuk tiap hutan kota dari Perubahan APBD (P-APBD).

Meski sudah dipercantik akhir tahun lalu, ternyata kondisinya dinilai masih perlu sejumlah pembenahan di beberapa titik lagi. Lantaran itu, sempat muncul usulan untuk melanjutkan upaya mempercantik 2 hutan kota itu tahun 2021 ini.

Namun rencana itu dipastikan urung dilakukan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menguraikan, dua hutan kota yang berada di Pogar dan Kalirejo, sebenarnya masih membutuhkan sentuhan. Seperti pada bagian tanahnya yang kerap tergenang air ketika hujan.

Belum lagi, sarana penunjang lainnya. Sarana bermain dan beberapa infrastruktur penunjang lain. Sehingga, bila dilakukan beberapa pembenahan lagi, keberadaan hutan kota bisa lebih nyaman.

“Sebenarnya, dua hutan kota tersebut memang butuh penanganan. Seperti pengurukan untuk peninggian. Supaya tidak tergenang ketika hujan,” kata Heru.

Hanya saja, rencana lanjutan untuk mempercantik dua hutan kota tersebut, tak bisa dijalankan tahun 2021 ini. Sebab, anggaran untuk penanganannya tidak tersedia. Wabah korona yang masih melanda, menjadi penyebabnya.

“Tahun ini belum bisa ditangani karena anggarannya tidak tersedia. Kami tidak tahu, apakah bisa dilakukan di P-APBD ataupun tahun depan,” jelasnya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Di akhir tahun lalu dua hutan kota di wilayah Bangil dipercantik. Yakni, Hutan Kota Pogar dan Hutan Kota Kalirejo. Anggarannya, mencapai sekitar Rp 200 juta untuk tiap hutan kota dari Perubahan APBD (P-APBD).

Meski sudah dipercantik akhir tahun lalu, ternyata kondisinya dinilai masih perlu sejumlah pembenahan di beberapa titik lagi. Lantaran itu, sempat muncul usulan untuk melanjutkan upaya mempercantik 2 hutan kota itu tahun 2021 ini.

Namun rencana itu dipastikan urung dilakukan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menguraikan, dua hutan kota yang berada di Pogar dan Kalirejo, sebenarnya masih membutuhkan sentuhan. Seperti pada bagian tanahnya yang kerap tergenang air ketika hujan.

Belum lagi, sarana penunjang lainnya. Sarana bermain dan beberapa infrastruktur penunjang lain. Sehingga, bila dilakukan beberapa pembenahan lagi, keberadaan hutan kota bisa lebih nyaman.

“Sebenarnya, dua hutan kota tersebut memang butuh penanganan. Seperti pengurukan untuk peninggian. Supaya tidak tergenang ketika hujan,” kata Heru.

Hanya saja, rencana lanjutan untuk mempercantik dua hutan kota tersebut, tak bisa dijalankan tahun 2021 ini. Sebab, anggaran untuk penanganannya tidak tersedia. Wabah korona yang masih melanda, menjadi penyebabnya.

“Tahun ini belum bisa ditangani karena anggarannya tidak tersedia. Kami tidak tahu, apakah bisa dilakukan di P-APBD ataupun tahun depan,” jelasnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/