Insentif Guru TPQ-RA di Kab Pasuruan Juga Tersendat

BANGIL, Radar Bromo – Bukan hanya guru madrasah diniyah (Madin) yang harus ekstrasabar menunggu pencairan insentif dari pemerintah daerah. Sebab, guru-guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Raudatul Athfal (RA) di Kabupaten Pasuruan juga merasakan hal yang sama.

Insentif ribuan guru TPQ dan RA itu belum dicairkan selama empat bulan terakhir. Mereka baru mendapatkan pencairan insentif dari pemerintah selama dua bulan. Masing-masing, sebanyak Rp 100 ribu per orang untuk setiap bulannya.

Kepala Bidang Pergurag Dispendik Kabupaten Pasuruan M. Yusuf menjelaskan, tertahannya penyaluran insentif bagi guru TPQ dan RA tak lepas dari dampak wabah Covid-19. Kebijakan refocusing anggaran, tak hanya membuat rencana kenaikan insentif tidak bisa dijalankan. Bahkan, juga ada pengurangan.

Dampak lainnya, insentif ribuan guru itu pun tidak bisa digulirkan normal seperti biasanya. Karena baru dua bulan insentif mereka digulirkan. Yakni, untuk bulan Januari dan Februari.

Sementara untuk Maret, April, Mei, hingga Juni, belum bisa dicairkan. Karena masih menunggu anggaran dari daerah. “Sementara ini, baru dua bulan yang bisa dicairkan (Januari dan Februari),” bebernya.

Ia menambahkan, ada sebanyak 5 ribu guru TPQ yang mendapatkan insentif tersebut. Mereka mendapatkan insentif sebesar Rp 100 ribu untuk setiap bulannya. Angka tersebut menyusut dibandingkan tahun sebelumnya, yang mendapat sebesar Rp 200 ribu per bulannya.

Sementara untuk guru RA, ada sebanyak 1.557 orang. Setiap orangnya dijatah Rp 100 ribu per bulan. Angka itu, semula akan dinaikkan menjadi Rp 200 ribu per bulan pada 2020 ini. Namun, kebijakan refocusing anggaran membuat rencana itu dibatalkan.

Yusuf mengaku, belum bisa memastikan pencairan insentif untuk guru TPQ ataupun RA tersebut. “Kami juga masih menunggu anggaran dari Badan Keuangan Daerah untuk pencairannya,” ulas dia. (one/mie)