alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Gedung DPRD Dirundung Persoalan, Atap Bocor, AC Rusak, Mik Tak Berfungsi

BANGIL, Radar BromoKondisi gedung DPRD Kabupaten Pasuruan memprihatinkan. Kantor para wakil rakyat itu masih dirundung berbagai persoalan. Baik keadaan bangunan, fasilitas, maupun sarana dan prasarananya. Atap jebol, talang bocor, AC rusak, sampai bangunan mangkrak.

Yang terbaru, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menunjukkan kondisi ruang pertemuan dewan di lantai II gedung parlemen di Raci itu. Pendingin ruangan (AC) sudah rusak. Mikrofon untuk rapat tidak berfungsi lagi. Atap gedung bocor-bocor. Air menggenang di talang.

”Kami sedang mengevaluasi fungsi ruangan itu. Digunakan untuk rapat-rapat lagi atau yang lain,” ungkap Dion, sapaan Sudiono Fauzan.

Padahal, lanjut dia, baru tiga tahun ruang rapat dewan itu diperbaiki dengan anggaran puluhan juta rupiah. Biasanya, para legislator menggunakannya untuk menerima tamu. Sebelumnya, ruang pertemuan itu juga pernah dipakai untuk ruang fraksi.

Namun, hanya beberapa kali anggota DPRD melakukan menerima tamu dan melakukan rapat di ruangan tersebut. Kemudian kondisinya rusak dan tidak dipakai lagi. Hasil perbaikan yang pernah dilakukan tidak bertahan lama. ”Kami pikirkan lagi untuk memfungsikannya secara tepat,” tegas Dion.

Sebelumnya, Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan mengalokasikan anggaran Rp 145 juta untuk memperbaiki kerusakan di gedung DPRD. Yang diperbaiki, antara lain, dinding maupun plafon. Kerusakan plafon terjadi karena air hujan menggenang di talang. Saluran pembuangnya tertutup.

Selain kantor dan ruang pertemuan, gedung transit DPRD juga mangkrak. Gedung itu sudah lama tidak terpakai. Bangunan itu didirikan pada 2013. Biayanya mencapai ratusan juta rupiah. Sekarang kondisinya terkesan kumuh. Bahkan, seram. Tidak ada yang mau menempatinya.

BANGIL, Radar BromoKondisi gedung DPRD Kabupaten Pasuruan memprihatinkan. Kantor para wakil rakyat itu masih dirundung berbagai persoalan. Baik keadaan bangunan, fasilitas, maupun sarana dan prasarananya. Atap jebol, talang bocor, AC rusak, sampai bangunan mangkrak.

Yang terbaru, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menunjukkan kondisi ruang pertemuan dewan di lantai II gedung parlemen di Raci itu. Pendingin ruangan (AC) sudah rusak. Mikrofon untuk rapat tidak berfungsi lagi. Atap gedung bocor-bocor. Air menggenang di talang.

”Kami sedang mengevaluasi fungsi ruangan itu. Digunakan untuk rapat-rapat lagi atau yang lain,” ungkap Dion, sapaan Sudiono Fauzan.

Padahal, lanjut dia, baru tiga tahun ruang rapat dewan itu diperbaiki dengan anggaran puluhan juta rupiah. Biasanya, para legislator menggunakannya untuk menerima tamu. Sebelumnya, ruang pertemuan itu juga pernah dipakai untuk ruang fraksi.

Namun, hanya beberapa kali anggota DPRD melakukan menerima tamu dan melakukan rapat di ruangan tersebut. Kemudian kondisinya rusak dan tidak dipakai lagi. Hasil perbaikan yang pernah dilakukan tidak bertahan lama. ”Kami pikirkan lagi untuk memfungsikannya secara tepat,” tegas Dion.

Sebelumnya, Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan mengalokasikan anggaran Rp 145 juta untuk memperbaiki kerusakan di gedung DPRD. Yang diperbaiki, antara lain, dinding maupun plafon. Kerusakan plafon terjadi karena air hujan menggenang di talang. Saluran pembuangnya tertutup.

Selain kantor dan ruang pertemuan, gedung transit DPRD juga mangkrak. Gedung itu sudah lama tidak terpakai. Bangunan itu didirikan pada 2013. Biayanya mencapai ratusan juta rupiah. Sekarang kondisinya terkesan kumuh. Bahkan, seram. Tidak ada yang mau menempatinya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/