alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sering Sebut Anggaran Kurang, Tapi Silpa Pemkab Masih Rp 218 M

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo ­– DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti nilai silpa yang mencapai Rp 281 miliar dari kekuatan APBD 2020 Rp 3,4 triliun. Sorotan dewan itu diungkapkan setelah mengikuti rapat paripurna sore Rabu (7/4). Bupati menyatakan silpa itu bisa dimanfaatkan pada tahun berikutnya.

Dalam rapat itu, Bupati Irsyad Yusuf menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Pasuruan Tahun Anggaran 2020. Sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) APBD 2020 dinilai masih tinggi.

Ketua Komisi I Kasiman mempertanyakan mengapa nilai silpa masih tinggi, yaitu Rp 281 miliar. Padahal, eksekutif getol mengaku kekurangan anggaran dalam setiap kegiatan. ”Tapi, kenyataannya masih ada anggaran yang tersisa. Ini bagaimana?” ujarnya.

Menurut Kasiman, munculnya silpa itu menunjukkan perencanaan daerah yang kurang matang. Selain itu, analisis terhadap fenomena di masyarakat tidak maksimal. Untuk itu, perlu sinergi yang intens antara eksekutif dan legislatif.

Bupati Irsyad Yusuf menyebutkan, realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran 2020 mencapai Rp 3,21 triliun. Sekitar 99,25 persen. Sementara, belanja daerah mencapai Rp 3,23 triliun atau terserap 91,46 persen. Irsyad juga memaparkan jika dari sisi pembiayaan daerah, pembiayaan neto tahun 2020 terealisasi hingga Rp 302 miliar. Sehingga, hal itu menghasilkan silpa sebesar Rp 281 miliar.

Irsyad menegaskan, silpa merupakan sisa lebih tahun anggaran. Hal itu bukanlah sebuah prestasi dalam APBD. Karena bisa jadi, hal itu malah akan lebih efektif pada APBD berikutnya.

”Ini berkaitan dengan perencanaan dan waktu penyerapan. Artinya kan silpa itu bisa dimanfaatkan untuk tahun berikutnya,” ujarnya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo ­– DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti nilai silpa yang mencapai Rp 281 miliar dari kekuatan APBD 2020 Rp 3,4 triliun. Sorotan dewan itu diungkapkan setelah mengikuti rapat paripurna sore Rabu (7/4). Bupati menyatakan silpa itu bisa dimanfaatkan pada tahun berikutnya.

Dalam rapat itu, Bupati Irsyad Yusuf menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Pasuruan Tahun Anggaran 2020. Sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) APBD 2020 dinilai masih tinggi.

Ketua Komisi I Kasiman mempertanyakan mengapa nilai silpa masih tinggi, yaitu Rp 281 miliar. Padahal, eksekutif getol mengaku kekurangan anggaran dalam setiap kegiatan. ”Tapi, kenyataannya masih ada anggaran yang tersisa. Ini bagaimana?” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Menurut Kasiman, munculnya silpa itu menunjukkan perencanaan daerah yang kurang matang. Selain itu, analisis terhadap fenomena di masyarakat tidak maksimal. Untuk itu, perlu sinergi yang intens antara eksekutif dan legislatif.

Bupati Irsyad Yusuf menyebutkan, realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran 2020 mencapai Rp 3,21 triliun. Sekitar 99,25 persen. Sementara, belanja daerah mencapai Rp 3,23 triliun atau terserap 91,46 persen. Irsyad juga memaparkan jika dari sisi pembiayaan daerah, pembiayaan neto tahun 2020 terealisasi hingga Rp 302 miliar. Sehingga, hal itu menghasilkan silpa sebesar Rp 281 miliar.

Irsyad menegaskan, silpa merupakan sisa lebih tahun anggaran. Hal itu bukanlah sebuah prestasi dalam APBD. Karena bisa jadi, hal itu malah akan lebih efektif pada APBD berikutnya.

”Ini berkaitan dengan perencanaan dan waktu penyerapan. Artinya kan silpa itu bisa dimanfaatkan untuk tahun berikutnya,” ujarnya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2