alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Masuk Rumah Orang Seenaknya, Pemuda Kiduldalem Dipukuli

REMBANG, Radar Bromo – Siapa yang mengira Hagi Alamsyah sedang depresi. Gara-gara masuk rumah orang tanpa izin, pemuda 27 tahun asal Kiduldalem, Bangil, itu dihajar massa di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang. Dia tidak mencuri apa-apa, tapi babak belur.

Peristiwa salah alamat itu terjadi Minggu malam (6/2). Sekitar pukul 20.00, Hagi dan rekannya, Hilal, pergi ke Nganglang, Oro-oro Ombo Kulon. Tidak bawa KTP, SIM, atau tanda pengenal apa pun. Di sana, Hagi tiba-tiba nyelonong masuk ke rumah orang.  Namanya, Rubianto.

Rubianto memang tidak ada. Namun, di dalam rumah ternyata ada dua anaknya. Yaitu, Yeni dan Devita. Hagi pun ditanyai. Mau cari siapa? Maksudnya apa masuk rumah itu? Yang ditanya tidak menjawab dengan jelas. Berkali-kali ditanya, Hagi seperti kebingungan. Nah, keributan kecil itu ternyata mengundang perhatian. Warga sekitar berdatangan ke rumah Rubianto.

Menurut Faizin, warga Nganglang, Hilal sudah dimintai kartu identitas. Apa tujuannya datang ke kampung tersebut malam-malam. Dia bilang cuma mengantar teman (Hagi, Red). ”Saya minta ambil identitas dulu,” ujar Faizin.

Nah, saat itulah, warga semakin ramai. Mereka kemudian mengepung Hagi. Aksi massa sulit dibendung. Hagi pun dipukuli. Kepalanya sampai mengucurkan darah. Untunglah dia, karena massa tidak beringas. Petugas juga cepat datang ke lokasi. Hagi lantas dibawa ke Mapolsek Rembang.

Kanitreskrim Polsek Rembang Aiptu Agus Kamo mengatakan, pemeriksaan terhadap Hagi sudah dilakukan. Namun, polisi tidak menemukan unsur pidana atas apa yang diperbuatnya. Sebab, pemuda itu salah alamat. Masuk rumah warga yang tidak dikenal.

Kepada petugas, Hagi mengaku mengira itu rumah saudaranya. Ternyata rumah orang lain. Saat masuk rumah Rubiyanto, juga ada saksi-saksi penghuni rumah. ”Kalau mau mencuri, tentunya kan memilih tempat yang sepi,” terang Agus saat mendampingi Kapolsek Rembang AKP Pujianto.

Dia menyatakan sudah mengundang pihak-pihak terkait. Baik pemilik rumah maupun keluarga Hagi. Kasus ini diselesaikan kekeluargaan.  ”Kami tidak menemukan unsur pidana. Yang bersangkutan memang sedang mengalami depresi,” jelasnya.

Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bromo, Hagi menjawab dirinya memang salah masuk rumah. Dikiranya itu tempat tinggal rumah saudaranya. Ternyata rumah orang. ”Mau lari, nanti dikira pencuri. Akhirnya pasrah saja,” ucapnya. (one/far)

REMBANG, Radar Bromo – Siapa yang mengira Hagi Alamsyah sedang depresi. Gara-gara masuk rumah orang tanpa izin, pemuda 27 tahun asal Kiduldalem, Bangil, itu dihajar massa di Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang. Dia tidak mencuri apa-apa, tapi babak belur.

Peristiwa salah alamat itu terjadi Minggu malam (6/2). Sekitar pukul 20.00, Hagi dan rekannya, Hilal, pergi ke Nganglang, Oro-oro Ombo Kulon. Tidak bawa KTP, SIM, atau tanda pengenal apa pun. Di sana, Hagi tiba-tiba nyelonong masuk ke rumah orang.  Namanya, Rubianto.

Rubianto memang tidak ada. Namun, di dalam rumah ternyata ada dua anaknya. Yaitu, Yeni dan Devita. Hagi pun ditanyai. Mau cari siapa? Maksudnya apa masuk rumah itu? Yang ditanya tidak menjawab dengan jelas. Berkali-kali ditanya, Hagi seperti kebingungan. Nah, keributan kecil itu ternyata mengundang perhatian. Warga sekitar berdatangan ke rumah Rubianto.

Menurut Faizin, warga Nganglang, Hilal sudah dimintai kartu identitas. Apa tujuannya datang ke kampung tersebut malam-malam. Dia bilang cuma mengantar teman (Hagi, Red). ”Saya minta ambil identitas dulu,” ujar Faizin.

Nah, saat itulah, warga semakin ramai. Mereka kemudian mengepung Hagi. Aksi massa sulit dibendung. Hagi pun dipukuli. Kepalanya sampai mengucurkan darah. Untunglah dia, karena massa tidak beringas. Petugas juga cepat datang ke lokasi. Hagi lantas dibawa ke Mapolsek Rembang.

Kanitreskrim Polsek Rembang Aiptu Agus Kamo mengatakan, pemeriksaan terhadap Hagi sudah dilakukan. Namun, polisi tidak menemukan unsur pidana atas apa yang diperbuatnya. Sebab, pemuda itu salah alamat. Masuk rumah warga yang tidak dikenal.

Kepada petugas, Hagi mengaku mengira itu rumah saudaranya. Ternyata rumah orang lain. Saat masuk rumah Rubiyanto, juga ada saksi-saksi penghuni rumah. ”Kalau mau mencuri, tentunya kan memilih tempat yang sepi,” terang Agus saat mendampingi Kapolsek Rembang AKP Pujianto.

Dia menyatakan sudah mengundang pihak-pihak terkait. Baik pemilik rumah maupun keluarga Hagi. Kasus ini diselesaikan kekeluargaan.  ”Kami tidak menemukan unsur pidana. Yang bersangkutan memang sedang mengalami depresi,” jelasnya.

Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bromo, Hagi menjawab dirinya memang salah masuk rumah. Dikiranya itu tempat tinggal rumah saudaranya. Ternyata rumah orang. ”Mau lari, nanti dikira pencuri. Akhirnya pasrah saja,” ucapnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/