Jalan Rusak Parah di Gununggangsir Beji, Warga Tanami Pohon

MIRIP MEDAN OFFROAD: Ruas jalan di Dusun Pajejeran, Desa Gununggangsir, Beji, yang rusak parah ditanami warga sejumlah pohon pisang. (Foto: Iwan Andrik/Radar Bromo)

Related Post

BEJI, Radar Bromo – Pengguna jalan Dusun Pajejeran, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, dibuat tak nyaman. Itu, menyusul kondisi jalan setempat yang rusak dan jeblok.

Keadaan tak nyaman itu sudah berlangsung sejak lima hari terakhir. Warga yang gerah, akhirnya menanami jalan setempat dengan pohon pepaya dan pisang.

Menurut Sujak, salah satu warga Pajejeran, Desa Gunungggangsir, Kecamatan Beji, kondisi tak nyaman jalan setempat terasa lima hari terakhir. Hujan yang hampir setiap hari mengguyur wilayah Beji, membuat jalan menjadi becek dan jeblok.

Maklum, ada bekas galian pipa yang ada di jalur setempat. Tanah galian itu, meluberi jalanan, setelah diterjang air hujan. Akibatnya, jalanan penuh lumpur dan jeblok.

“Ada urukan bekas galian pipa. Tanahnya meluberi jalan lantaran tidak diaspal seperti sebelumnya. Akibatnya, tanah tersebut meluberi jalan dan membuat jalan jeblok,” ungkapnya.

Jebloknya jalan Pajejeran, membuat warga gerah. Bukan hanya karena tak nyaman. Kondisi tersebut juga membuat pengendara tak aman.

Maklum, jalan menjadi licin. Sehingga, membuat pengendara sampai jatuh. “Gara-gara licin, sampai-sampai ada yang jatuh,” timpalnya.

Hal inilah yang membuat warga gerah. Mereka kemudian mananami jalan dengan pohon pepaya dan pisang. Penanaman pohon pepaya dan pisang ini sebagai bentuk protes agar jalan setempat segera mendapat perhatian. “Inginnya, agar jalan di sini bisa dibenahi. Tidak dibiarkan becek begitu,” jelasnya.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar mengungkapkan, masih akan mengecek lokasi untuk memastikan langkah-langkah yang akan dilakukan. “Akan kami cek dulu ke lokasi, Mas,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Beji Ghoni menuturkan, penanaman pohon tersebut dilakukan karena keresahan warga. Hal ini disebabkan material sisa proyek pipa PDAM Umbulan masih belum selesai.

“Alasan penanaman pohon itu karena jalan rusak dan jalan licin. Ketika hujan, kerusakan jalan terendam sehingga membahayakan,” sambungnya.

Menurut Ghoni, pihak terkait sudah meninjau ke lokasi. Tidak hanya dari pihak proyek PDAM Umbulan, tetapi juga Jasa Marga yang berencana untuk mendatangkan alat berat untuk penanganan jalan di bawah jalan tol Gempol-Pasuruan tersebut. (one/mie)