alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 28 January 2022

Kasus Bripda Randy, DPRD Ikut Kena Getahnya, Kok Bisa?

BANGIL, Radar Bromo – Simpati mengalir deras untuk Novia Widyasari Rahayu (NWR), mahasiswa yang bunuh diri setelah hamil dengan Bripda Randy Bagus (RB). Kejadian ini juga memunculkan beragam hoaks. Salah satunya, kabar bahwa orang tua RB adalah anggota DPRD. Itu berita bohong.

Hoaks itu beredar dalam beragam postingan di media sosial (medsos) terkait kematian Novia. Disebutkan, antara lain, bahwa Randy adalah seorang putra anggota DPRD. Ada yang menyebutkan anggota DPRD Mojokerto atau provinsi. Seorang netizen bahkan mengirim informasi salah itu langsung ke akun medsos Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Divisi Humas Polri. Unggahan itu bahkan disertai foto Randy dan ayahnya.

BERI PENJELASAN: Pimpinan dewan saat rilis soal kasus Bripda Rendy. (Foto: Iwan Andrik/Radar Bromo)

Bahkan, akun lain menuding ayah Randy sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Namanya Niryono, 47. Posisinya disebut-sebut ketua komisi. Padahal, tidak ada nama Niryono dalam keanggotaan DPRD Kabupaten Pasuruan. Niryono sendiri pun telah menyatakan kepada media bahwa dirinya bukan anggota dewan. Pekerjaannya adalah tengkulak gabah. Tinggal di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menyatakan, lembaganya ingin mengklarifikasi hoaks dalam kasus yang sedang jadi trending topic itu. Menurut dia, hoaks itu menyebut Randy yang tersangkut kasus aborsi merupakan anak ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. Kabar bohong itu mencuat saat awal-awal kasus Novia ini mencuat.

Padahal, tegas Sudiono, orang tua Randy bukanlah anggota dewan. Dia seorang pedagang gabah. Wiraswasta. Sama sekali bukan anggota DPRD. Lebih-lebih menjabat sebagai ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. Ketua komisi di DPRD Kabupaten Pasuruan ada empat orang. Ketua Komisi I Kasiman, Ketua Komisi II Joko Cahyono, Ketua Komisi III Saifullah Damanhuri, dan Ketua Komisi IV Ruslan. Tidak ada nama Niryono. Di jajaran anggota saja tidak ada nama itu.

BANGIL, Radar Bromo – Simpati mengalir deras untuk Novia Widyasari Rahayu (NWR), mahasiswa yang bunuh diri setelah hamil dengan Bripda Randy Bagus (RB). Kejadian ini juga memunculkan beragam hoaks. Salah satunya, kabar bahwa orang tua RB adalah anggota DPRD. Itu berita bohong.

Hoaks itu beredar dalam beragam postingan di media sosial (medsos) terkait kematian Novia. Disebutkan, antara lain, bahwa Randy adalah seorang putra anggota DPRD. Ada yang menyebutkan anggota DPRD Mojokerto atau provinsi. Seorang netizen bahkan mengirim informasi salah itu langsung ke akun medsos Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Divisi Humas Polri. Unggahan itu bahkan disertai foto Randy dan ayahnya.

BERI PENJELASAN: Pimpinan dewan saat rilis soal kasus Bripda Rendy. (Foto: Iwan Andrik/Radar Bromo)

Bahkan, akun lain menuding ayah Randy sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Namanya Niryono, 47. Posisinya disebut-sebut ketua komisi. Padahal, tidak ada nama Niryono dalam keanggotaan DPRD Kabupaten Pasuruan. Niryono sendiri pun telah menyatakan kepada media bahwa dirinya bukan anggota dewan. Pekerjaannya adalah tengkulak gabah. Tinggal di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menyatakan, lembaganya ingin mengklarifikasi hoaks dalam kasus yang sedang jadi trending topic itu. Menurut dia, hoaks itu menyebut Randy yang tersangkut kasus aborsi merupakan anak ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. Kabar bohong itu mencuat saat awal-awal kasus Novia ini mencuat.

Padahal, tegas Sudiono, orang tua Randy bukanlah anggota dewan. Dia seorang pedagang gabah. Wiraswasta. Sama sekali bukan anggota DPRD. Lebih-lebih menjabat sebagai ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. Ketua komisi di DPRD Kabupaten Pasuruan ada empat orang. Ketua Komisi I Kasiman, Ketua Komisi II Joko Cahyono, Ketua Komisi III Saifullah Damanhuri, dan Ketua Komisi IV Ruslan. Tidak ada nama Niryono. Di jajaran anggota saja tidak ada nama itu.

MOST READ

BERITA TERBARU