alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Terapkan E-Retribusi di Semua Pasar Tak Mudah

BANGIL, Radar Bromo – Penerapan e-retribusi di semua pasar yang ada di Kabupaten Pasuruan, tidaklah mudah. Selain faktor sarana, juga dipengaruhi kebiasaan pedagang.

Saat ini, pedagang terbiasa dengan pembayaran sistem manual. Sehingga butuh waktu untuk membiasakan pembayaran dengan cara elektonik.

“Selain juga faktor sarana penunjang, kebiasaan SDM juga mempengaruhi,” ujar Diano Vf Santoso, kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan.

Sejauh ini, diakuinya masih minim penerapan e-retribusi di Kabupaten Pasuruan. Dari 14 pasar daerah, baru empat pasar yang menerapkannya. Yakni, Pasar Nguling, Pasar Warungdowo, Pasar Purwosari, dan Pasar Sukorejo. Sementara, pasar-pasar lainnya masih menggunakan sistem manual.

“Kami memang mendorong untuk semua pasar daerah menerapkan e-retribusi,” imbuhnya.

Hanya saja, diakuinya butuh proses. Karena, menyangkut pula dengan sarana penunjang yang dibutuhkan dan tenaga dari perbankan. Pengoperasian alat berupa EDC misalnya, baru bisa dilakukan oleh petugas perbankan.

Seperti diketahui, Pemkab Pasuruan berencana menerapkan e-retribusi di semua pasar daerah. Jumlahnya ada 14 pasar. Salah satunya untuk memudahkan transaksi serta mengoptimalisasikan PAD. Namun, saat ini baru empat pasar yang sudah menerapkan e-retribusi. (one/hn)

BANGIL, Radar Bromo – Penerapan e-retribusi di semua pasar yang ada di Kabupaten Pasuruan, tidaklah mudah. Selain faktor sarana, juga dipengaruhi kebiasaan pedagang.

Saat ini, pedagang terbiasa dengan pembayaran sistem manual. Sehingga butuh waktu untuk membiasakan pembayaran dengan cara elektonik.

“Selain juga faktor sarana penunjang, kebiasaan SDM juga mempengaruhi,” ujar Diano Vf Santoso, kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan.

Sejauh ini, diakuinya masih minim penerapan e-retribusi di Kabupaten Pasuruan. Dari 14 pasar daerah, baru empat pasar yang menerapkannya. Yakni, Pasar Nguling, Pasar Warungdowo, Pasar Purwosari, dan Pasar Sukorejo. Sementara, pasar-pasar lainnya masih menggunakan sistem manual.

“Kami memang mendorong untuk semua pasar daerah menerapkan e-retribusi,” imbuhnya.

Hanya saja, diakuinya butuh proses. Karena, menyangkut pula dengan sarana penunjang yang dibutuhkan dan tenaga dari perbankan. Pengoperasian alat berupa EDC misalnya, baru bisa dilakukan oleh petugas perbankan.

Seperti diketahui, Pemkab Pasuruan berencana menerapkan e-retribusi di semua pasar daerah. Jumlahnya ada 14 pasar. Salah satunya untuk memudahkan transaksi serta mengoptimalisasikan PAD. Namun, saat ini baru empat pasar yang sudah menerapkan e-retribusi. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/