alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

400 Ribu Warga Kab Pasuruan Belum Ter-Cover BPJS Kesehatan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Sangat besar dana yang harus disiapkan jika Pemkab Pasuruan harus mengikutkan 1,6 juta warganya ke BPJS Kesehatan. Masih sekitar 400 ribu orang yang belum masuk.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Ugik Setyo Darmoko menyebutkan, belum masuknya ratusan ribu warga itu ke BPJS Kesehatan, terkait besarnya kebutuhan anggaran.

”Untuk bisa total meng-cover, setidaknya butuh ratusan miliar dana,” ungkap Ugik saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan kemarin (6/4).

Ugik merinci, saat ini, ada 1,6 juta warga di Kabupaten Pasuruan. Sudah 1,2 juta yang ter-cover BPJS Kesehatan. Tidak hanya dari dana pemerintah berupa JKN-KIS. Ada yang sudah masuk BPJS Kesehatan dengan jaminan perusahaan mereka bekerja, PBI Pemprov Jatim, juga PBI APBD Kabupaten Pasuruan.

Saat ini, lanjut Ugik, masih tersisa sekitar 400 ribu orang yang belum ter-cover BPJS Kesehatan. Bila semuanya di-cover pemkab, dibutuhkan anggaran Rp 200 miliar. Itu pun kalau mereka mau masuk kelas tiga. Dengan premi asuransi Rp 35 ribu per orang.

Saat ini, pemkab mampu meng-cover kurang lebih 94 ribu orang. Anggaran yang disediakan lebih dari Rp 30 miliar. ”Kebutuhan anggaran bisa tinggi kalau mau meng-cover semua,” ungkapnya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Sangat besar dana yang harus disiapkan jika Pemkab Pasuruan harus mengikutkan 1,6 juta warganya ke BPJS Kesehatan. Masih sekitar 400 ribu orang yang belum masuk.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Ugik Setyo Darmoko menyebutkan, belum masuknya ratusan ribu warga itu ke BPJS Kesehatan, terkait besarnya kebutuhan anggaran.

”Untuk bisa total meng-cover, setidaknya butuh ratusan miliar dana,” ungkap Ugik saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan kemarin (6/4).

Mobile_AP_Half Page

Ugik merinci, saat ini, ada 1,6 juta warga di Kabupaten Pasuruan. Sudah 1,2 juta yang ter-cover BPJS Kesehatan. Tidak hanya dari dana pemerintah berupa JKN-KIS. Ada yang sudah masuk BPJS Kesehatan dengan jaminan perusahaan mereka bekerja, PBI Pemprov Jatim, juga PBI APBD Kabupaten Pasuruan.

Saat ini, lanjut Ugik, masih tersisa sekitar 400 ribu orang yang belum ter-cover BPJS Kesehatan. Bila semuanya di-cover pemkab, dibutuhkan anggaran Rp 200 miliar. Itu pun kalau mereka mau masuk kelas tiga. Dengan premi asuransi Rp 35 ribu per orang.

Saat ini, pemkab mampu meng-cover kurang lebih 94 ribu orang. Anggaran yang disediakan lebih dari Rp 30 miliar. ”Kebutuhan anggaran bisa tinggi kalau mau meng-cover semua,” ungkapnya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2