alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Dinas Sumber Daya Air-Tata Ruang Tak Mampu Beli Ekskavator Amfibi

BANGIL, Radar Bromo – Kondisi medan kerap menghambat pelaksanaan normalisasi sungai dan saluran irigasi. Mulai bangunan liar hingga sempitnya sempadan sungai. Pemkab Pasuruan berencana membeli ekskavator amfibi, tapi belum terwujud.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Mahbub Djunaidi menyebutkan, dinasnya saat ini memiliki delapan unit ekskavator. Namun, belum ada jenis amfibi yang mampu bermanuver di medan sulit. Padahal, ekskavator itu sangat dibutuhkan. Terutama, saat pengerukan medan yang sulit dilalui ekskavator biasa.

”Kami sudah pernah mengusulkan beli,” bebernya. Namun, alat itu belum bisa direalisasikan hingga sekarang. Sebab, anggarannya belum ada.

Menurut Mahbub, biaya pembelian ekskavator amfibi bisa mencapai sekitar Rp 4 miliar. Untuk itulah, dinasnya saat ini memaksimalkan alat yang sudah ada. Kalau medan sulit, solusinya adalah menggunakan cara manual. Mengeruk sungai dan saluran irigasi dengan tenaga manusia. (one/far)

 

BANGIL, Radar Bromo – Kondisi medan kerap menghambat pelaksanaan normalisasi sungai dan saluran irigasi. Mulai bangunan liar hingga sempitnya sempadan sungai. Pemkab Pasuruan berencana membeli ekskavator amfibi, tapi belum terwujud.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Mahbub Djunaidi menyebutkan, dinasnya saat ini memiliki delapan unit ekskavator. Namun, belum ada jenis amfibi yang mampu bermanuver di medan sulit. Padahal, ekskavator itu sangat dibutuhkan. Terutama, saat pengerukan medan yang sulit dilalui ekskavator biasa.

”Kami sudah pernah mengusulkan beli,” bebernya. Namun, alat itu belum bisa direalisasikan hingga sekarang. Sebab, anggarannya belum ada.

Menurut Mahbub, biaya pembelian ekskavator amfibi bisa mencapai sekitar Rp 4 miliar. Untuk itulah, dinasnya saat ini memaksimalkan alat yang sudah ada. Kalau medan sulit, solusinya adalah menggunakan cara manual. Mengeruk sungai dan saluran irigasi dengan tenaga manusia. (one/far)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/