alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Dewan Soroti Gunungan Sampah di TPA Kenep Beji

BANGIL, Radar Bromo – Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenep, Kecamatan Beji, disorot DPRD Kabupaten Pasuruan. Dewan berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat melakukan penataan dan pengelolaan.

Keberadaan gunungan sampah itu diibaratkan seperti bom waktu. Yang sewaktu-waktu bisa memicu masalah baru. Lantaran itu, perlu langkah strategis untuk mengurangi dampak dari gunungan sampah tersebut. Bau tak nyaman dan tak sedap dipandang. Serta, rentan terjadinya longsoran sampah ke permukiman warga.

“Kami minta agar ada penataan dalam pengelolaan sampah di TPA Kenep, Kecamatan Beji. Supaya, gunungan yang ada bisa tertangani,” terang Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini, kemarin.

Politisi dari F-PDI Perjuangan ini menguraikan, sampah-sampah tersebut jelas memicu masalah. Tidak hanya terhadap dampak kepada lingkungan. Bau tak sedap dan rentan menjadi sarang penyakit.

Tetapi juga rentan akan terjadinya longsoran sampah. “Kalau ditangani dengan baik, kami rasa tumpukan sampah di TPA Kenep bisa diatasi. Tidak sampai menjulang hingga lebih dari 6 meter seperti ini,” beber Zaini.

Hal senada diungkapkan Nik Sugiarti, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. Ia memandang, pengelolaan sampah TPA Kenep harus segera dilakukan. “Rencana pemanfaatannya menjadi briket harus segera dijalankan. Sehingga, tumpukan sampah yang ada di TPA Kenep bisa ditanggulangi,” sampainya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri memandang, keberadaan TPA Kenep sudah tak lagi representatif untuk menampung sampah. Karenanya, ia mendorong agar pembuangan sampah ke TPA Kenep dialihkan ke TPA Wonokerto, Kecamatan Sukorejo.

“Keberadaan TPA Kenep sudah tak representatif. Kami harap TPA Wonokerto bisa segera dimanfaatkan,” desaknya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menguraikan, pengelolaan sampah TPA Kenep menjadi briket masih menunggu komunikasi lebih jauh dengan pihak ketiga.

Karena pemanfaatannya menjadi briket, tidak bisa dilakukan pemkab sendiri. Tetapi melibatkan pihak ketiga sebagai penyedia sarana dan prasarana serta pemasarannya. “Kami masih menunggu komunikasi lebih lanjut dengan pihak ketiga,” tandasnya.

Sementara, pemanfaatan TPA Wonokerto memang akan dilakukan. Namun, masih menunggu sarana penunjang. Seperti kelistrikannya. “Kami upayakan awal tahun ini TPA Wonokerto bisa difungsikan,” ulasnya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenep, Kecamatan Beji, disorot DPRD Kabupaten Pasuruan. Dewan berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat melakukan penataan dan pengelolaan.

Keberadaan gunungan sampah itu diibaratkan seperti bom waktu. Yang sewaktu-waktu bisa memicu masalah baru. Lantaran itu, perlu langkah strategis untuk mengurangi dampak dari gunungan sampah tersebut. Bau tak nyaman dan tak sedap dipandang. Serta, rentan terjadinya longsoran sampah ke permukiman warga.

“Kami minta agar ada penataan dalam pengelolaan sampah di TPA Kenep, Kecamatan Beji. Supaya, gunungan yang ada bisa tertangani,” terang Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini, kemarin.

Politisi dari F-PDI Perjuangan ini menguraikan, sampah-sampah tersebut jelas memicu masalah. Tidak hanya terhadap dampak kepada lingkungan. Bau tak sedap dan rentan menjadi sarang penyakit.

Tetapi juga rentan akan terjadinya longsoran sampah. “Kalau ditangani dengan baik, kami rasa tumpukan sampah di TPA Kenep bisa diatasi. Tidak sampai menjulang hingga lebih dari 6 meter seperti ini,” beber Zaini.

Hal senada diungkapkan Nik Sugiarti, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. Ia memandang, pengelolaan sampah TPA Kenep harus segera dilakukan. “Rencana pemanfaatannya menjadi briket harus segera dijalankan. Sehingga, tumpukan sampah yang ada di TPA Kenep bisa ditanggulangi,” sampainya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri memandang, keberadaan TPA Kenep sudah tak lagi representatif untuk menampung sampah. Karenanya, ia mendorong agar pembuangan sampah ke TPA Kenep dialihkan ke TPA Wonokerto, Kecamatan Sukorejo.

“Keberadaan TPA Kenep sudah tak representatif. Kami harap TPA Wonokerto bisa segera dimanfaatkan,” desaknya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menguraikan, pengelolaan sampah TPA Kenep menjadi briket masih menunggu komunikasi lebih jauh dengan pihak ketiga.

Karena pemanfaatannya menjadi briket, tidak bisa dilakukan pemkab sendiri. Tetapi melibatkan pihak ketiga sebagai penyedia sarana dan prasarana serta pemasarannya. “Kami masih menunggu komunikasi lebih lanjut dengan pihak ketiga,” tandasnya.

Sementara, pemanfaatan TPA Wonokerto memang akan dilakukan. Namun, masih menunggu sarana penunjang. Seperti kelistrikannya. “Kami upayakan awal tahun ini TPA Wonokerto bisa difungsikan,” ulasnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/