alexametrics
25 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Warga dan Kades Gununggangsir Taburkan Tanah Liat untuk Protes Jalan Rusak

BEJI, Radar Bromo – Baru saja reda protes warga Desa Kedungboto soal jalan rusak. Jumat (5/8), ganti warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, yang meluapkan kekecewaan kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Jalan Selokambang, Desa Gununggangsir, rusak parah.

Warga mengungkapkan protes dengan mengguyurkan tanah liat ke jalanan. Khususnya, ke lubang-lubang aspal yang menganga. ”Padahal, usulan sudah kami layangkan berkali-kali. Tapi, sampai sekarang tidak ada perbaikan,” ujar Kepala Desa Gununggangsir HM. Yasin saat ditemui di lokasi jalan rusak.

Menurut dia, guyuran urukan tanah liat itu tidak hanya bertujuan menutupi lubang jalan, tetapi juga bentuk sindiran kepada pemerintah. Sebab, jalan yang sudah lama rusak tidak kunjung diperbaiki.

Yasin menjelaskan, kurang lebih 4 tahun lamanya jalan penghubung Gununggangsir–Bangil tersebut rusak. Selama itu pula, dinas terkait seolah cuek. Tidak segera turun tangan. Padahal, kerusakan jalan itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Rawan terjadi kecelakaan.

”Tadi malam (Kamis malam, Red) ada pengendara motor yang jatuh. Gara-gara terperosok lubang jalan,” ungkapnya.

Kejadian Kamis malam itu memantik reaksi masyarakat setempat. Warga bersama kepala desa sepakat mengadakan aksi. Mereka menggelontorkan tanah liat ke lubang-lubang di Jalan Selokambang. Lubang itu harus segera ditutup.

”Kalau korban berjatuhan, siapa yang akan bertanggung jawab,” imbuh Yasin. Dengan protes cara unik itulah, diharapkan segera ada perhatian dan perbaikan dilakukan.

BEJI, Radar Bromo – Baru saja reda protes warga Desa Kedungboto soal jalan rusak. Jumat (5/8), ganti warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, yang meluapkan kekecewaan kepada Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Jalan Selokambang, Desa Gununggangsir, rusak parah.

Warga mengungkapkan protes dengan mengguyurkan tanah liat ke jalanan. Khususnya, ke lubang-lubang aspal yang menganga. ”Padahal, usulan sudah kami layangkan berkali-kali. Tapi, sampai sekarang tidak ada perbaikan,” ujar Kepala Desa Gununggangsir HM. Yasin saat ditemui di lokasi jalan rusak.

Menurut dia, guyuran urukan tanah liat itu tidak hanya bertujuan menutupi lubang jalan, tetapi juga bentuk sindiran kepada pemerintah. Sebab, jalan yang sudah lama rusak tidak kunjung diperbaiki.

Yasin menjelaskan, kurang lebih 4 tahun lamanya jalan penghubung Gununggangsir–Bangil tersebut rusak. Selama itu pula, dinas terkait seolah cuek. Tidak segera turun tangan. Padahal, kerusakan jalan itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Rawan terjadi kecelakaan.

”Tadi malam (Kamis malam, Red) ada pengendara motor yang jatuh. Gara-gara terperosok lubang jalan,” ungkapnya.

Kejadian Kamis malam itu memantik reaksi masyarakat setempat. Warga bersama kepala desa sepakat mengadakan aksi. Mereka menggelontorkan tanah liat ke lubang-lubang di Jalan Selokambang. Lubang itu harus segera ditutup.

”Kalau korban berjatuhan, siapa yang akan bertanggung jawab,” imbuh Yasin. Dengan protes cara unik itulah, diharapkan segera ada perhatian dan perbaikan dilakukan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/