alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

2021, Baru 10 Persen Kawasan Kumuh di Kab Pasuruan Tersentuh Anggaran

BANGIL, Radar Bromo – Baru sekitar 10 persen kawasan kumuh yang akan tersentuh anggaran pada 2021 ini. Di antara 200-an hektare, sekitar 22 sampai 26 hektare akan ditangani. Kabupaten Pasuruan menargetkan penanganan kawasan kumuh pada 2024.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menyebutkan, kawasan kumuh bisa teratasi sepenuhnya pada 2024. Menanganinya memang tidak mudah. Dibutuhkan anggaran besar pula.

”Sanitasi, jalanan, dan drinase, hingga sarana dan prasarana penunjang lain perlu dibenahi dan ditingkatkan,” kata Hari.

Pemkab Pasuruan telah berupaya mengurangi kawasan kumuh. Pada 2021 ini, anggaran sekitar Rp 1,5 miliar dialokasikan untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh. Dana tersebut disiapkan untuk pembenahan infrastruktur di beberapa wilayah. Di antaranya, wilayah Bangil dan Kraton.

Anggaran Rp 1,5 miliar itu belum meliputi bantuan dana dari pusat. Nilainya Rp 1,2 miliar. Dana tersebut menunjang program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kabupaten Pasuruan. ”Kegiatannya, ada bersih-bersih saluran, pavingisasi, dan yang lain,” jelasnya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Baru sekitar 10 persen kawasan kumuh yang akan tersentuh anggaran pada 2021 ini. Di antara 200-an hektare, sekitar 22 sampai 26 hektare akan ditangani. Kabupaten Pasuruan menargetkan penanganan kawasan kumuh pada 2024.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menyebutkan, kawasan kumuh bisa teratasi sepenuhnya pada 2024. Menanganinya memang tidak mudah. Dibutuhkan anggaran besar pula.

”Sanitasi, jalanan, dan drinase, hingga sarana dan prasarana penunjang lain perlu dibenahi dan ditingkatkan,” kata Hari.

Pemkab Pasuruan telah berupaya mengurangi kawasan kumuh. Pada 2021 ini, anggaran sekitar Rp 1,5 miliar dialokasikan untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh. Dana tersebut disiapkan untuk pembenahan infrastruktur di beberapa wilayah. Di antaranya, wilayah Bangil dan Kraton.

Anggaran Rp 1,5 miliar itu belum meliputi bantuan dana dari pusat. Nilainya Rp 1,2 miliar. Dana tersebut menunjang program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kabupaten Pasuruan. ”Kegiatannya, ada bersih-bersih saluran, pavingisasi, dan yang lain,” jelasnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/