alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Makam Desa Jadi Perhatian Pemkab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Lahan pemakaman menjadi bagian penting di desa. Sayangnya, tidak sedikit desa yang memiliki keterbatasan lahan makam. Sehingga butuh perluasan. Agar tempat pemakaman umum (TPU) utamanya di desa, tak menjadi persoalan di kemudian hari.

Saat ini tak semua desa memiliki lahan yang mumpuni khususnya untuk penyediaan lahan makam. Belum lagi pembangunan di desa juga cepat. Misalnya seperti perumahan ataupun tergerus untuk infrastruktur lainnya. Sementara anggaran untuk pengadaan makam tersebut tidak sepenuhnya dimiliki.

Sekretaris DPMD Kabupaten Pasuruan, Andar Sulistyorini mengungkapkan, sejumlah pengajuan bantuan pengadaan lahan makam, masuk ke instansinya. Selain pengadaan lahan baru, ada juga untuk perluasan tanah makam.

Hal ini menjadi perhatian. Ini juga dipicu dengan tingginya jumlah penduduk. Sementara, lahan makam yang dimiliki desa, cenderung tidak ada tambahan. “Beberapa memang masuk ke kami. Ada pengajuan pengadaan tanah makam, ada pula rehab makam dengan pembangunan gapura ataupun pagar,” kata Andar.

Menurut Andar, setidaknya ada 22 desa yang mengajukan bantuan pengadaan tanah makam, rehab pagar hingga pembangunan gapura tahun ini. Semuanya tersebar di 12 kecamatan.

Seperti di Raci, Kecamatan Bangil; Kedungringin, Kecamatan Beji; Pandean, Kecamatan Rembang dan beberapa desa lainnya. Setiap desa, mengajukan anggaran berbeda. Mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 250 juta.

Total anggaran untuk bantuan tersebut, mencapai kurang lebih Rp 3,1 miliar. “Bupati sudah memberikan persetujuan. Tinggal menggulirkan bantuan tersebut,” sambungnya.

BANGIL, Radar Bromo – Lahan pemakaman menjadi bagian penting di desa. Sayangnya, tidak sedikit desa yang memiliki keterbatasan lahan makam. Sehingga butuh perluasan. Agar tempat pemakaman umum (TPU) utamanya di desa, tak menjadi persoalan di kemudian hari.

Saat ini tak semua desa memiliki lahan yang mumpuni khususnya untuk penyediaan lahan makam. Belum lagi pembangunan di desa juga cepat. Misalnya seperti perumahan ataupun tergerus untuk infrastruktur lainnya. Sementara anggaran untuk pengadaan makam tersebut tidak sepenuhnya dimiliki.

Sekretaris DPMD Kabupaten Pasuruan, Andar Sulistyorini mengungkapkan, sejumlah pengajuan bantuan pengadaan lahan makam, masuk ke instansinya. Selain pengadaan lahan baru, ada juga untuk perluasan tanah makam.

Hal ini menjadi perhatian. Ini juga dipicu dengan tingginya jumlah penduduk. Sementara, lahan makam yang dimiliki desa, cenderung tidak ada tambahan. “Beberapa memang masuk ke kami. Ada pengajuan pengadaan tanah makam, ada pula rehab makam dengan pembangunan gapura ataupun pagar,” kata Andar.

Menurut Andar, setidaknya ada 22 desa yang mengajukan bantuan pengadaan tanah makam, rehab pagar hingga pembangunan gapura tahun ini. Semuanya tersebar di 12 kecamatan.

Seperti di Raci, Kecamatan Bangil; Kedungringin, Kecamatan Beji; Pandean, Kecamatan Rembang dan beberapa desa lainnya. Setiap desa, mengajukan anggaran berbeda. Mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 250 juta.

Total anggaran untuk bantuan tersebut, mencapai kurang lebih Rp 3,1 miliar. “Bupati sudah memberikan persetujuan. Tinggal menggulirkan bantuan tersebut,” sambungnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/