alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Transformasi TPA Kenep Jadi RTH Masih Terkendala

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan berencana untuk menjadikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kenep sebagai

Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal ini untuk menambah kawasan hijau di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Namun hal itu sulit direalisasikan saat ini. Sebab, banyaknya tumpukan sampah yang ada di kawasan setempat. Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengungkapkan, TPA Kenep, Kecamatan Beji, diproyeksikan untuk dijadikan RTH.

Untuk itu pula, pihaknya berencana untuk menangani sampah-sampah yang ada di wilayah setempat. “Kami akan melakukan pengelolaan sampah yang masih menggunung di TPA Kenep,” timpalnya.

Beberapa alternatif disiapkan. Termasuk menjadikan sampah-sampah tersebut sebagai beriket. Hanya saja, hal itu masih terganjal lantaran belum adanya peralatan yang memadai.

“Kami juga masih mencari investor lain yang bisa diajak kerja sama untuk mengatasi samph-sampah TPA Kenep. Selain menangani sampah, tentunya diharapkan bisa meningkatkan PAD dari sampah tersebut,” bebernya.

Rencana penanganan sampah TPA Kenep menjadi beriket, memang sempat dimunculkan. Hal ini seiring adanya pihak ketiga yang menginginkan untuk melakukan pengolahan sampah tersebut. Namun kenyataannya, hal itu batal dilakukan.

Karena masih ada persoalan internal di perusahaan. “Kami mencari pihak ketiga lain. Selain itu, juga mencari alternatif lain untuk pemanfaatan sampah di TPA Kenep,” ulasnya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan berencana untuk menjadikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kenep sebagai

Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal ini untuk menambah kawasan hijau di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Namun hal itu sulit direalisasikan saat ini. Sebab, banyaknya tumpukan sampah yang ada di kawasan setempat. Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengungkapkan, TPA Kenep, Kecamatan Beji, diproyeksikan untuk dijadikan RTH.

Untuk itu pula, pihaknya berencana untuk menangani sampah-sampah yang ada di wilayah setempat. “Kami akan melakukan pengelolaan sampah yang masih menggunung di TPA Kenep,” timpalnya.

Beberapa alternatif disiapkan. Termasuk menjadikan sampah-sampah tersebut sebagai beriket. Hanya saja, hal itu masih terganjal lantaran belum adanya peralatan yang memadai.

“Kami juga masih mencari investor lain yang bisa diajak kerja sama untuk mengatasi samph-sampah TPA Kenep. Selain menangani sampah, tentunya diharapkan bisa meningkatkan PAD dari sampah tersebut,” bebernya.

Rencana penanganan sampah TPA Kenep menjadi beriket, memang sempat dimunculkan. Hal ini seiring adanya pihak ketiga yang menginginkan untuk melakukan pengolahan sampah tersebut. Namun kenyataannya, hal itu batal dilakukan.

Karena masih ada persoalan internal di perusahaan. “Kami mencari pihak ketiga lain. Selain itu, juga mencari alternatif lain untuk pemanfaatan sampah di TPA Kenep,” ulasnya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/