alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Polemik SMAN 1 Bangil Jadi SMAN Taruna Madani, Ini Kata Dewan

BANGIL, Radar Bromo – Gelombang protes terhadap rencana transformasi SMAN 1 Bangil menjadi SMAN 1 Taruna Madani terus menggelinding. Kini, DPRD Kabupaten Pasuruan pun minta agar transformasi itu tidak menggunakan SMAN 1 Bangil.

Hal itu disampaikan legislatif dalam audiensi bersama SMAN 1 Bangil dan sejumlah pihak terkait, Rabu (5/1). Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo mengaku, masyarakat sebenarnya tidak menolak keberadaan SMAN 1 Taruna Madani Jawa Timur.

Namun, mereka juga tak ingin SMAN 1 Bangil yang menjadi satu-satunya SMAN di Bangil, diubah. Untuk itulah, pihaknya mendorong agar rencana pendirian SMAN 1 Taruna Madani ditunda.

Penundaan dilakukan sampai kesiapan infrastruktur memadai. Sehingga SMAN 1 Taruna Madani tidak menggunakan gedung SMAN 1 Bangil.

“Artinya, gedung SMAN 1 Taruna Madani berdiri sendiri. Tidak memanfaatkan gedung SMAN 1 Bangil yang ada saat ini. Inilah yang kami serap dari aspirasi masyarakat,” kata Rusdi.

Politisi asal Kalianyar, Kecamatan Bangil, ini menambahkan, pihaknya banyak mendapatkan sambatan warga atas rencana pendirian SMAN 1 Taruna Madani itu. Mereka khawatir, SMA Negeri yang hanya satu-satunya di Bangil itu, malah tidak terjangkau oleh warga Bangil dan sekitarnya.

Bukan hanya soal kuota. Tetapi, juga soal biaya. Bayangkan, setiap bulan siswa nantinya harus membayar Rp 2,5 juta. Padahal, tidak semua orang tua memiliki kemampuan finansial yang mumpuni.

BANGIL, Radar Bromo – Gelombang protes terhadap rencana transformasi SMAN 1 Bangil menjadi SMAN 1 Taruna Madani terus menggelinding. Kini, DPRD Kabupaten Pasuruan pun minta agar transformasi itu tidak menggunakan SMAN 1 Bangil.

Hal itu disampaikan legislatif dalam audiensi bersama SMAN 1 Bangil dan sejumlah pihak terkait, Rabu (5/1). Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo mengaku, masyarakat sebenarnya tidak menolak keberadaan SMAN 1 Taruna Madani Jawa Timur.

Namun, mereka juga tak ingin SMAN 1 Bangil yang menjadi satu-satunya SMAN di Bangil, diubah. Untuk itulah, pihaknya mendorong agar rencana pendirian SMAN 1 Taruna Madani ditunda.

Penundaan dilakukan sampai kesiapan infrastruktur memadai. Sehingga SMAN 1 Taruna Madani tidak menggunakan gedung SMAN 1 Bangil.

“Artinya, gedung SMAN 1 Taruna Madani berdiri sendiri. Tidak memanfaatkan gedung SMAN 1 Bangil yang ada saat ini. Inilah yang kami serap dari aspirasi masyarakat,” kata Rusdi.

Politisi asal Kalianyar, Kecamatan Bangil, ini menambahkan, pihaknya banyak mendapatkan sambatan warga atas rencana pendirian SMAN 1 Taruna Madani itu. Mereka khawatir, SMA Negeri yang hanya satu-satunya di Bangil itu, malah tidak terjangkau oleh warga Bangil dan sekitarnya.

Bukan hanya soal kuota. Tetapi, juga soal biaya. Bayangkan, setiap bulan siswa nantinya harus membayar Rp 2,5 juta. Padahal, tidak semua orang tua memiliki kemampuan finansial yang mumpuni.

MOST READ

BERITA TERBARU

/