alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rekonstruksi Jalan Kartini Molor Akibat Terkendala Cuaca

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo – Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII terus mempercepat pengerjaan rekonstruksi Jalan Kartini Bangil. Sejauh ini proyek jalan nasional tersebut baru rampung separonya. Balai Besar menyebut keterlambatan ini disebabkan cuaca yang tidak menentu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo, Rudy Napitupulu mengungkapkan, rekonstruksi Jalan Kartini Bangil terus dilakukan. Saat ini penyelesaian di lapangan baru mencapai 50 persen. Kondisi ini membuat proyek ini molor dari rencana awal.

“Kami baru menyelesaikan separonya yakni di satu sisi. Targetnya dua sisi sepanjang 400 meter. Seharusnya sudah rampung di awal November ini, namun saat ini pengerjaan di lapangan masih berlangsung,” ungkapnya.

Rudy menjelaskan, keterlambatan ini disebabkan cuaca yang tidak menentu. Selama beberapa pekan terakhir, wilayah Bangil kerap dilanda hujan pada malam hari. Sementara itu, pihaknya tidak bisa mengerjakannya pada siang hari karena bisa mengganggu arus lalu lintas di ruas jalan setempat.

“Kalau tetap dipaksa digarap, tentu hasilnya tidak maksimal. Sebab rekonstruksi menggunakan aspal karet. Jadi cuaca harus mendukung, biar cepat kering. Kami targetkan pertengahan bulan ini sudah rampung,” sebut Rudy. (riz/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo – Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII terus mempercepat pengerjaan rekonstruksi Jalan Kartini Bangil. Sejauh ini proyek jalan nasional tersebut baru rampung separonya. Balai Besar menyebut keterlambatan ini disebabkan cuaca yang tidak menentu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo, Rudy Napitupulu mengungkapkan, rekonstruksi Jalan Kartini Bangil terus dilakukan. Saat ini penyelesaian di lapangan baru mencapai 50 persen. Kondisi ini membuat proyek ini molor dari rencana awal.

“Kami baru menyelesaikan separonya yakni di satu sisi. Targetnya dua sisi sepanjang 400 meter. Seharusnya sudah rampung di awal November ini, namun saat ini pengerjaan di lapangan masih berlangsung,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Rudy menjelaskan, keterlambatan ini disebabkan cuaca yang tidak menentu. Selama beberapa pekan terakhir, wilayah Bangil kerap dilanda hujan pada malam hari. Sementara itu, pihaknya tidak bisa mengerjakannya pada siang hari karena bisa mengganggu arus lalu lintas di ruas jalan setempat.

“Kalau tetap dipaksa digarap, tentu hasilnya tidak maksimal. Sebab rekonstruksi menggunakan aspal karet. Jadi cuaca harus mendukung, biar cepat kering. Kami targetkan pertengahan bulan ini sudah rampung,” sebut Rudy. (riz/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2