alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Kunjungan Pasien ke RSUD Bangil Menyusut

BANGIL, Radar Bromo – Kunjungan pasien ke RSUD Bangil kian anjlok. Bukan hanya karena kenaikan kelas, dampak wabah korona juga mempengaruhi kunjungan pasien ke RSUD Bangil.

Humas RSUD Bangil M. Hayat mengakui tingkat kunjungan pasien ke RSUD Bangil semakin menurun. Kondisi itu terjadi setelah kenaikan kelas dari tipe C ke tipe B. Penurunan yang terjadi, bisa sampai 40 hingga 50 persen.

Sebelumnya, rata-rata bisa sampai 800 hingga seribu pasien yang bisa dilayani di RSUD Bangil, ketika masih berstatus tipe C. Namun, ketika tipe B, tingkat kunjungan pasien ke RSUD Bangil hanya menyisakan sekitar 500 pasien setiap harinya.

Jumlah itu semakin parah beberapa bulan terakhir, ketika wabah korona melanda. Banyak masyarakat yang menjadi khawatir ketika berobat ke rumah sakit. Sehingga, berpengaruh terhadap tingkat kunjungan RSUD Bangil.

Rata-rata saat ini kunjungan pasien ke RSUD Bangil hanya kisaran 300 orang per harinya. “Kesadaran masyarakat untuk tes rapid dan swab perlu kami dorong. Karena kecenderungan ada kekhawatiran untuk menjalani tes rapid ataupun swab tersebut,” bebernya.

Kondisi sepi RSUD Bangil, seperti yang terpantau Jawa Pos Radar Bromo kemarin (4/9). Di ruang layanan pendaftaran pasien misalnya, hanya ada beberapa orang yang antre. Jauh berbeda dengan sebelum-sebelumnya, yang relatif membeludak.

Hayat menambahkan, tingkat penurunan pasien ini juga dipengaruhi pembatasan yang dilakukan RSUD Bangil. Sejak wabah korona melanda, pembatasan jumlah pasien yang datang ke poli memang dikurangi.

“Maksimal hanya melayani 50 orang. Sebelumnya, kan tidak ada batasan. Hal ini yang juga berpengaruh kepada tingkat kunjungan,” sampainya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU