alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Alun-alun Bangil Ditutup, Pedagang Berharap Dibuka

BANGIL, Radar Bromo- Upaya mencegah kerumunan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, terus dilakukan Pemkab Pasuruan. Termasuk dengan menutup kawasan Alun-alun Bangil.

Penutupan Alun-alun Bangil, ditandai dengan pemasangan garis Satpol PP di pintu-pintu masuk kawasan publik tersebut. Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, penutupan kawasan Alun-alun Bangil bukan kali pertama. Hal serupa pernah dilakukan sebelumnya.

Penutupan kawasan alun-alun ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan tentang PPKM Darurat. Dalam SE itu, diatur penutupan sementara kawasan publik.

“Kawasan publik di sini, termasuk Alun-alun Bangil ataupun Hutan Kota Kalirejo, yang kerap dikunjungi warga,” ujarnya.

Penutupan dengan pemasangan garis Satpol PP, dilakukan sejak 3 Juli. Kebijakan ini akan berlangsung hingga akhir PPKM Darurat pada 20 Juli.

Bakti mengatakan, Alun-alun Bangil memang kerap menjadi jujukan warga. Tak jarang, pengunjung berkerumun. Terutama ketika Sabtu dan Minggu. “Dengan penutupan ini, diharapkan bisa mencegah terjadinya kerumunan. Sehingga, menghalau penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Untuk memastikan kawasan yang ditutup tidak dibobol, Bakti mengaku akan melakukan patroli rutin. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, garis Satpol PP yang dipasang sering dirusak. “Agar tidak sampai dipotong atau dirusak, kami akan galakkan patroli,” jelasnya.

Bagaimana dengan nasib pedagang? Menurut Bakti, pedagang masih bisa berjualan. Asalkan menerapkan protokol kesehatan. Juga harus menerapkan take away atau bungkus dan dibawa pulang.

Dampak penutupan itu pun dirasakan luar biasa oleh pedagang yang biasa mangkal di sekitar alun-alun. Fakhur, pedagang jajanan misalnya. Ia mengaku, biasanya berjualan di kawasan Alun-alun Bangil ketika Minggu.

Jajanan yang dijual laris. Namun, karena alun-alun ditutup, Fakhur harus mencari tempat lain. Karena, di alun-alun pembelinya sepi. “Mau gimana lagi. Harapan kami, bisa dibuka kembali agar kami bisa mencari makan,” harapnya. (one/rud)

BANGIL, Radar Bromo- Upaya mencegah kerumunan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, terus dilakukan Pemkab Pasuruan. Termasuk dengan menutup kawasan Alun-alun Bangil.

Penutupan Alun-alun Bangil, ditandai dengan pemasangan garis Satpol PP di pintu-pintu masuk kawasan publik tersebut. Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, penutupan kawasan Alun-alun Bangil bukan kali pertama. Hal serupa pernah dilakukan sebelumnya.

Penutupan kawasan alun-alun ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan tentang PPKM Darurat. Dalam SE itu, diatur penutupan sementara kawasan publik.

“Kawasan publik di sini, termasuk Alun-alun Bangil ataupun Hutan Kota Kalirejo, yang kerap dikunjungi warga,” ujarnya.

Penutupan dengan pemasangan garis Satpol PP, dilakukan sejak 3 Juli. Kebijakan ini akan berlangsung hingga akhir PPKM Darurat pada 20 Juli.

Bakti mengatakan, Alun-alun Bangil memang kerap menjadi jujukan warga. Tak jarang, pengunjung berkerumun. Terutama ketika Sabtu dan Minggu. “Dengan penutupan ini, diharapkan bisa mencegah terjadinya kerumunan. Sehingga, menghalau penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Untuk memastikan kawasan yang ditutup tidak dibobol, Bakti mengaku akan melakukan patroli rutin. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, garis Satpol PP yang dipasang sering dirusak. “Agar tidak sampai dipotong atau dirusak, kami akan galakkan patroli,” jelasnya.

Bagaimana dengan nasib pedagang? Menurut Bakti, pedagang masih bisa berjualan. Asalkan menerapkan protokol kesehatan. Juga harus menerapkan take away atau bungkus dan dibawa pulang.

Dampak penutupan itu pun dirasakan luar biasa oleh pedagang yang biasa mangkal di sekitar alun-alun. Fakhur, pedagang jajanan misalnya. Ia mengaku, biasanya berjualan di kawasan Alun-alun Bangil ketika Minggu.

Jajanan yang dijual laris. Namun, karena alun-alun ditutup, Fakhur harus mencari tempat lain. Karena, di alun-alun pembelinya sepi. “Mau gimana lagi. Harapan kami, bisa dibuka kembali agar kami bisa mencari makan,” harapnya. (one/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/