Alun-alun Bangil Butuh Tambahan Taman dan Perbaiki Drainase

BUTUH ANGGARAN: Sejumlah warga menuju Alun-alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu. Alun-alun masih ditutup karena dampak Covid-19. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan terus berusaha mempercantik dan menambah sarana prasarana (sarpras) di Alun-alun Bangil. Karenanya, DLH berencana mengajukan anggaran Rp 200 juta dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2020. Anggaran itu akan digunakan untuk membangun taman dan perbaikan drainase.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengatakan, sejak Maret lalu Alun-alun Bangil ditutup untuk masyarakat karena adanya wabah Covid-19. Namun, kegiatan pemeliharaan rutin biasa masih terus dilakukan.

“Tahun ini anggaran pemeliharaan memang tidak ada. Hanya perawatan rutin biasa, seperti pemotongan rumput dan penyiraman. Perawatan ini masuk dalam kegiatan rutin di DLH,” ujarnya.

Heru mengatakan, Alun-alun Bangil masih perlu ada perawatan tambahan, termasuk penambahan sarpras. Rencananya, DLH akan mengajukan anggaran Rp 200 juta dalam P-APBD. Rencana usulan itu masih dalam tahap perencanaan. Namun, secara garis besar anggaran itu akan digunakan untuk menambah taman dan memperbaiki drainase.

Karena masih dalam rencana usulan, terkait kepastian disetujui atau tidak masih menunggu anggaran P-APBD didok. Jika disetujui, pengerjaannya bisa dikerjakan pada semester II tahun ini. Soal dibukanya kembali alun-alun untuk masyarakat, DLH belum memastikan karena masih menunggu instruksi Bupati. (eka/rud)