alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Dewan Desak Percepat Vaksinasi Semua Guru di Kab Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Pembelajaran tatap muka (PTM) bakal berlangsung mulai Juli mendatang. Namun, vaksinasi untuk guru belum tuntas sampai dua kali. Dewan pendidikan meminta vaksinasi guru itu dilakukan serentak dan cepat agar ada jaminan PTM aman.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Zainal Abidin menyatakan, sudah seharusnya pemkab melakukan percepatan vaksinasi. Sudah lama vaksinasi dilakukan. Tetapi, masih ada guru yang belum divaksin.

”Harus. Dinas yang ditunjuk harus melakukan percepatan akselerasi vaksinasi ya. Jadi, ada vaksin cepat dan serentak terhadap guru-guru,” katanya.

Mantan ketua KPU Kabupaten Pasuruan itu mengatakan, percepatan itu bertujuan menjangkau semua guru. Sehingga, ke depannya tidak ada lagi alasan vaksin kurang atau yang lainnya. Sebab, vaksinasi penting untuk persiapan sekolah tatap muka.

“Ini kan molor-molor. Kan sudah lama program vaksin ini,” jelasnya.

Zainal menegaskan, sekolah tatap muka sendiri sudah ditunggu-tunggu. Baik oleh siswa dan wali siswa. Selama di rumah, anak-anak ini seakan tidak ada gurunya. ”Banyak dampaknya. Seperti kecenderungan bermedsos,” ungkapnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan Heri Mulyono mengatakan, sejauh ini vaksinasi guru swasta dan negeri terus dilakukan. Total seluruh guru dari TK, SD, hingga ponpes serta TPQ dan madin sekitar 32.559 orang. Realisasi vaksinasi sudah selesai hingga vaksinasi kedua sekitar 19.340 guru.

“Itu data kami per tanggal 2 Juni. Dan pastinya sudah berubah karena terus ada progres vaksinasi,” katanya.

Heri menjelaskan, sisanya bukan berarti tidak divaksin. Sebagian besar telah dilakukan vaksinasi dosis pertama. Mereka tinggal menunggu vaksinasi kedua. Yang pasti, akhir Juni mendatang semuanya telah tervaksin. Dan proses PTM bisa dilakukan.

“Khusus untuk negeri sudah 90 persen lebih,” jelasnya.

Sebelumnya, sebelas sekolah tidak dapat mengikuti uji coba sekolah tatap muka. Yaitu, 10 SDN dan 1 SMPN. Dispendik minta guru yang belum divaksin segera melakukan vaksinasi. Sebab, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri salah satunya mensyaratkan, PTM bisa digelar jika guru sudah divaksin dua kali.

“Kami tak henti-hentinya mengimbau dan sosialisasi. Segera vaksin,” tuturnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Pembelajaran tatap muka (PTM) bakal berlangsung mulai Juli mendatang. Namun, vaksinasi untuk guru belum tuntas sampai dua kali. Dewan pendidikan meminta vaksinasi guru itu dilakukan serentak dan cepat agar ada jaminan PTM aman.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Zainal Abidin menyatakan, sudah seharusnya pemkab melakukan percepatan vaksinasi. Sudah lama vaksinasi dilakukan. Tetapi, masih ada guru yang belum divaksin.

”Harus. Dinas yang ditunjuk harus melakukan percepatan akselerasi vaksinasi ya. Jadi, ada vaksin cepat dan serentak terhadap guru-guru,” katanya.

Mantan ketua KPU Kabupaten Pasuruan itu mengatakan, percepatan itu bertujuan menjangkau semua guru. Sehingga, ke depannya tidak ada lagi alasan vaksin kurang atau yang lainnya. Sebab, vaksinasi penting untuk persiapan sekolah tatap muka.

“Ini kan molor-molor. Kan sudah lama program vaksin ini,” jelasnya.

Zainal menegaskan, sekolah tatap muka sendiri sudah ditunggu-tunggu. Baik oleh siswa dan wali siswa. Selama di rumah, anak-anak ini seakan tidak ada gurunya. ”Banyak dampaknya. Seperti kecenderungan bermedsos,” ungkapnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan Heri Mulyono mengatakan, sejauh ini vaksinasi guru swasta dan negeri terus dilakukan. Total seluruh guru dari TK, SD, hingga ponpes serta TPQ dan madin sekitar 32.559 orang. Realisasi vaksinasi sudah selesai hingga vaksinasi kedua sekitar 19.340 guru.

“Itu data kami per tanggal 2 Juni. Dan pastinya sudah berubah karena terus ada progres vaksinasi,” katanya.

Heri menjelaskan, sisanya bukan berarti tidak divaksin. Sebagian besar telah dilakukan vaksinasi dosis pertama. Mereka tinggal menunggu vaksinasi kedua. Yang pasti, akhir Juni mendatang semuanya telah tervaksin. Dan proses PTM bisa dilakukan.

“Khusus untuk negeri sudah 90 persen lebih,” jelasnya.

Sebelumnya, sebelas sekolah tidak dapat mengikuti uji coba sekolah tatap muka. Yaitu, 10 SDN dan 1 SMPN. Dispendik minta guru yang belum divaksin segera melakukan vaksinasi. Sebab, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri salah satunya mensyaratkan, PTM bisa digelar jika guru sudah divaksin dua kali.

“Kami tak henti-hentinya mengimbau dan sosialisasi. Segera vaksin,” tuturnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/