alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Banjir di Gempol-Beji, Begini Kata Wabup

BEJI, Radar Bromo – Banjir yang menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Beji dan Gempol beberapa hari terakhir dipengaruhi beberapa faktor. Selain kondisi infrastruktur yang perlu dibenahi, juga dipicu fenomena La Nina.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron di sela-sela kegiatan peninjauan lapangan warga terdampak banjir di Kedungringin, Kecamatan Beji, Selasa (3/11). Menurut Gus Mujib-sapaannya-, masalah banjir yang terjadi saat ini, dipengaruhi fenomena La Nina yang membuat curah hujan menjadi lama dan lebat.

Kondisi itu ditambah dengan infrastruktur yang belum memadai. Seperti Kalimati atau Bangiltak yang belum difungsikan. Ataupun Kali Wrati yang pengerukannya masih perlu ditingkatkan dan dilakukan peninggian pada bagian tanggulnya.

“Kami berharap, masyarakat bisa siap menghadapi banjir. Sementara Pemkab sendiri, akan terus berusaha memaksimalkan penanganan yang ada,” kata Gus Mujib.

Ia menambahkan, Pemkab masih berusaha untuk penanggulangan banjir ke depannya. Upaya itu dilakukan dengan mengusulkan penanganan terhadap normalisasi Kali Wrati ataupun Kalimati ke Jakarta. Terutama Bangiltak yang memang dianggap menjadi solusi yang didengung-dengungkan saat ini.

Hanya saja, hal itu semua memang membutuhkan waktu dan proses panjang. Karena, masyarakat di sekitar Bangiltak sudah hidup dengan lama. Di wilayah setempat sudah ada banyak bangunan yang berdiri.

“Ada rumah, sekolah hingga kuburan. Kami masih perlu membicarakan dengan pemerintah pusat di Jakarta, untuk solusi terbaik untuk warga,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat yang terdampak banjir, bisa bersabar. Pihaknya juga berharap, agar masyarakat bisa siap menghadapi banjir tersebut. (one/mie)

BEJI, Radar Bromo – Banjir yang menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Beji dan Gempol beberapa hari terakhir dipengaruhi beberapa faktor. Selain kondisi infrastruktur yang perlu dibenahi, juga dipicu fenomena La Nina.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron di sela-sela kegiatan peninjauan lapangan warga terdampak banjir di Kedungringin, Kecamatan Beji, Selasa (3/11). Menurut Gus Mujib-sapaannya-, masalah banjir yang terjadi saat ini, dipengaruhi fenomena La Nina yang membuat curah hujan menjadi lama dan lebat.

Kondisi itu ditambah dengan infrastruktur yang belum memadai. Seperti Kalimati atau Bangiltak yang belum difungsikan. Ataupun Kali Wrati yang pengerukannya masih perlu ditingkatkan dan dilakukan peninggian pada bagian tanggulnya.

“Kami berharap, masyarakat bisa siap menghadapi banjir. Sementara Pemkab sendiri, akan terus berusaha memaksimalkan penanganan yang ada,” kata Gus Mujib.

Ia menambahkan, Pemkab masih berusaha untuk penanggulangan banjir ke depannya. Upaya itu dilakukan dengan mengusulkan penanganan terhadap normalisasi Kali Wrati ataupun Kalimati ke Jakarta. Terutama Bangiltak yang memang dianggap menjadi solusi yang didengung-dengungkan saat ini.

Hanya saja, hal itu semua memang membutuhkan waktu dan proses panjang. Karena, masyarakat di sekitar Bangiltak sudah hidup dengan lama. Di wilayah setempat sudah ada banyak bangunan yang berdiri.

“Ada rumah, sekolah hingga kuburan. Kami masih perlu membicarakan dengan pemerintah pusat di Jakarta, untuk solusi terbaik untuk warga,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat yang terdampak banjir, bisa bersabar. Pihaknya juga berharap, agar masyarakat bisa siap menghadapi banjir tersebut. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/