alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Sunday, 7 August 2022

Usut Kerugian Negara Sewa Kios Plaza Bangil, BPK Audit Investigatif

BANGIL, Radar Bromo – Pengusutan kasus dugaan penyimpangan piutang sewa kios Plaza Bangil terus berjalan, bahkan semakin serius. Kejaksaan siap menggandeng Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) RI untuk mengaudit investigatif nilai kerugian negara dalam perkara tersebut.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra menyatakan, jumlah piutang yang diaudit mencapai sekitar Rp 32 miliar. Angka itu meliputi tunggakan biaya sewa di semua aset yang disewakan Disperindag Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya di Plaza Bangil.

Tapi, nilai riil kerugian negara di Plaza Bangil itu yang memang sedang ditelusuri. ”Kami sudah gelar perkara dengan BPK RI di Jakarta untuk memastikan angka kerugian negara di Plaza Bangil,” tegasnya.

Menurut Denny, kejari juga telah berkirim surat ke BPK RI. Intinya, meminta kerja sama untuk melakukan audit investigatif. Dengan begitu, nilai kerugian negara bisa ditemukan.

”Audit investigatif ini diperlukan untuk memastikan titik-titik mana saja yang tidak membayar sewa,” sambungnya.

Setelah itu, akan ditemukan siapa saja yang terindikasi terlibat dalam kasus tersebut. Denny memastikan penyidikan masih jalan. Pemeriksaan saksi-saksi juga dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, tunggakan sewa kios Plaza Bangil menjadi catatan BPK dari tahun ke tahun. Tunggakan para pedagang itu berisiko merugikan negara. Jumlahnya mencapai Rp 32 miliar.

BANGIL, Radar Bromo – Pengusutan kasus dugaan penyimpangan piutang sewa kios Plaza Bangil terus berjalan, bahkan semakin serius. Kejaksaan siap menggandeng Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) RI untuk mengaudit investigatif nilai kerugian negara dalam perkara tersebut.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra menyatakan, jumlah piutang yang diaudit mencapai sekitar Rp 32 miliar. Angka itu meliputi tunggakan biaya sewa di semua aset yang disewakan Disperindag Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya di Plaza Bangil.

Tapi, nilai riil kerugian negara di Plaza Bangil itu yang memang sedang ditelusuri. ”Kami sudah gelar perkara dengan BPK RI di Jakarta untuk memastikan angka kerugian negara di Plaza Bangil,” tegasnya.

Menurut Denny, kejari juga telah berkirim surat ke BPK RI. Intinya, meminta kerja sama untuk melakukan audit investigatif. Dengan begitu, nilai kerugian negara bisa ditemukan.

”Audit investigatif ini diperlukan untuk memastikan titik-titik mana saja yang tidak membayar sewa,” sambungnya.

Setelah itu, akan ditemukan siapa saja yang terindikasi terlibat dalam kasus tersebut. Denny memastikan penyidikan masih jalan. Pemeriksaan saksi-saksi juga dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, tunggakan sewa kios Plaza Bangil menjadi catatan BPK dari tahun ke tahun. Tunggakan para pedagang itu berisiko merugikan negara. Jumlahnya mencapai Rp 32 miliar.

MOST READ

BERITA TERBARU

/