alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rombak Ruang Poli RSUD Bangil, Dananya Disiapkan Rp 8 M

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – RSUD Bangil berencana merombak gedung poli kesehatan. Ruang poli jantung dan dan paru, misalnya, akan dibangun agar pasien bisa lebih nyaman dalam memperoleh pelayanan.

RSUD Bangil menyiapkan dana sekitar Rp 8 miliar untuk mewujudkan rencana tersebut. Sumber anggarannya berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2021. Rencana pembangunan gedung itu masih tahap proses lelang.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menyampaikan, pandemi Covid-19 berdampak terhadap pelayanan di RSUD Bangil. Tak sedikit sarana gedung pelayanan yang diubah. Dia mencontohkan gedung perawatan pasien paru dan jantung.

Gedung paru dan jantung yang sedianya disiapkan untuk pelayanan bagi penderita sakit jantung dan paru dialihkan untuk penanganan pasien Covid-19. Rumah sakit pun butuh ruang sendiri untuk penunjang pelayanan jantung dan paru.

”Mereka juga membutuhkan pelayanan yang sama. Makanya, perlu ruang tambahan untuk pelayanan pasien jantung dan paru,” bebernya.

Perombakan ruang pelayanan ini dilakukan juga untuk meningkatkan ruang poli kesehatan di RSUD Bangil. Gedung yang semula hanya satu lantai akan diubah menjadi dua lantai. Tujuannya, bisa lebih banyak ruang tersedia. ”Kami bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal,” ungkap Hayat. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – RSUD Bangil berencana merombak gedung poli kesehatan. Ruang poli jantung dan dan paru, misalnya, akan dibangun agar pasien bisa lebih nyaman dalam memperoleh pelayanan.

RSUD Bangil menyiapkan dana sekitar Rp 8 miliar untuk mewujudkan rencana tersebut. Sumber anggarannya berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2021. Rencana pembangunan gedung itu masih tahap proses lelang.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menyampaikan, pandemi Covid-19 berdampak terhadap pelayanan di RSUD Bangil. Tak sedikit sarana gedung pelayanan yang diubah. Dia mencontohkan gedung perawatan pasien paru dan jantung.

Mobile_AP_Half Page

Gedung paru dan jantung yang sedianya disiapkan untuk pelayanan bagi penderita sakit jantung dan paru dialihkan untuk penanganan pasien Covid-19. Rumah sakit pun butuh ruang sendiri untuk penunjang pelayanan jantung dan paru.

”Mereka juga membutuhkan pelayanan yang sama. Makanya, perlu ruang tambahan untuk pelayanan pasien jantung dan paru,” bebernya.

Perombakan ruang pelayanan ini dilakukan juga untuk meningkatkan ruang poli kesehatan di RSUD Bangil. Gedung yang semula hanya satu lantai akan diubah menjadi dua lantai. Tujuannya, bisa lebih banyak ruang tersedia. ”Kami bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal,” ungkap Hayat. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2