alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pantau Gedung Lettu Imam, Bupati Lihat Tirai Pakai Bekas Banner

BANGIL, Radar Bromo – Bangunan itu berdiri gagah. Segagah namanya, Gedung Lettu Imam. Anggota TNI AL warga Kraton, Pasuruan, yang gugur bersama tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Perairan Bali.  Kantor tiga lantai dengan ornamen warna putih bersih itu dibiayai Rp 21 miliar.

Kamis (3/2), Bupati Irsyad Yusuf melihat langsung bagian dalam perkantoran tersebut. Dia gerah. Sebab, di dalam kantor, dilihatnya jendela-jendela ditutupi benda-benda yang tidak semestinya. Ada banner bekas, kalender, sampai kertas kado. Bahkan, gambar dirinya juga terpasang di jendela. Jadi tirai penutup.

”Kami cek, sejauh mana gedung yang baru dibangun itu dimanfaatkan,” ungkap Gus Irsyad, sapaan Irsyad Yusuf.

Dia pun segera meminta pegawai menurunkan barang-barang yang tidak semestinya itu. Barang-barang bekas dipakai jadi tirai jendela. Tidak hanya itu. Gus Irsyad semakin gerah saat tahu ada pegawai yang merokok di dalam kantor. Padahal, ruangan kantor itu dilengkapi AC. Pegawai itu ditegur.

Gus Irsyad menyebutkan, pembangunan Gedung Lettu Imam rampung pada 2021. Sekarang ditempati tiga organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, Dinas Pariwisata, serta Badan Kesbangpol Kabupaten Pasuruan.

Dia mencatat temuan-temuan di kantor itu dan meminta segera ada perbaikan. Tirai jendela jangan lagi memanfaatkan banner bekas, kalender, atau kertas kado. Para pegawai beralasan membuat tirai itu untuk menahan silau dari sinar matahari.

”Kami ingatkan. Ada barang-barang yang digunakan tidak sesuai tempatnya,” ujar Gus Irsyad. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Bangunan itu berdiri gagah. Segagah namanya, Gedung Lettu Imam. Anggota TNI AL warga Kraton, Pasuruan, yang gugur bersama tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Perairan Bali.  Kantor tiga lantai dengan ornamen warna putih bersih itu dibiayai Rp 21 miliar.

Kamis (3/2), Bupati Irsyad Yusuf melihat langsung bagian dalam perkantoran tersebut. Dia gerah. Sebab, di dalam kantor, dilihatnya jendela-jendela ditutupi benda-benda yang tidak semestinya. Ada banner bekas, kalender, sampai kertas kado. Bahkan, gambar dirinya juga terpasang di jendela. Jadi tirai penutup.

”Kami cek, sejauh mana gedung yang baru dibangun itu dimanfaatkan,” ungkap Gus Irsyad, sapaan Irsyad Yusuf.

Dia pun segera meminta pegawai menurunkan barang-barang yang tidak semestinya itu. Barang-barang bekas dipakai jadi tirai jendela. Tidak hanya itu. Gus Irsyad semakin gerah saat tahu ada pegawai yang merokok di dalam kantor. Padahal, ruangan kantor itu dilengkapi AC. Pegawai itu ditegur.

Gus Irsyad menyebutkan, pembangunan Gedung Lettu Imam rampung pada 2021. Sekarang ditempati tiga organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, Dinas Pariwisata, serta Badan Kesbangpol Kabupaten Pasuruan.

Dia mencatat temuan-temuan di kantor itu dan meminta segera ada perbaikan. Tirai jendela jangan lagi memanfaatkan banner bekas, kalender, atau kertas kado. Para pegawai beralasan membuat tirai itu untuk menahan silau dari sinar matahari.

”Kami ingatkan. Ada barang-barang yang digunakan tidak sesuai tempatnya,” ujar Gus Irsyad. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/