alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Protes Transformasi SMAN 1 Bangil Jadi SMAN Taruna Madani, Wadul DPRD

“Biaya sebulan Rp 2,5 juta. Belum termasuk biaya masuk yang mencapai belasan juta. Bisa dibayangkan beban masyarakat yang ingin bersekolah negeri di sana. Pendidikan murah, jelas tidak ada lagi,” ujarnya berkeluh kesah.

Di sisi lain, saat ini sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana transformasi itu masih rendah. Banyak yang awam dengan rencana pendirian SMAN 1 Taruna Madani tersebut.

“Mereka hanya memperoleh informasi bahwa di sana ada pendidikan yang istimewa. Tapi, tidak mengetahui hal-hal mendasar. Seperti biaya hingga kuota yang bisa bersekolah,” tandasnya.

Karena itulah, ia berharap dukungan legislatif agar menyerukan persoalan ini hingga tingkat provinsi. Supaya, rencana transformasi SMAN 1 Bangil menjadi SMAN 1 Taruna Madani Jatim dibatalkan.

“SMAN 1 Bangil tetap harus ada agar warisan dan sejarah perjuangan tetap ada. Boleh mendirikan SMAN 1 Taruna Madani, asalkan tidak di SMAN 1 Bangil yang merupakan satu-satunya SMA negeri di Bangil,” harap dia.

 

Komentar Wakil Ketua DPRD

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi memahami apa yang dirasakan masyarakat Bangil dan para alumni. Ia mengakui, warga tidak menolak keberadaan SMAN 1 Taruna Madani. Asalkan tidak mengubah SMAN 1 Bangil.

“Kami di legislatif siap kok mendukung pendirian SMAN 1 Taruna Madani. Misalnya, persoalan lahan. Tapi, tidak dengan memigrasi SMAN 1 Bangil,” tuturnya.

“Biaya sebulan Rp 2,5 juta. Belum termasuk biaya masuk yang mencapai belasan juta. Bisa dibayangkan beban masyarakat yang ingin bersekolah negeri di sana. Pendidikan murah, jelas tidak ada lagi,” ujarnya berkeluh kesah.

Di sisi lain, saat ini sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana transformasi itu masih rendah. Banyak yang awam dengan rencana pendirian SMAN 1 Taruna Madani tersebut.

“Mereka hanya memperoleh informasi bahwa di sana ada pendidikan yang istimewa. Tapi, tidak mengetahui hal-hal mendasar. Seperti biaya hingga kuota yang bisa bersekolah,” tandasnya.

Karena itulah, ia berharap dukungan legislatif agar menyerukan persoalan ini hingga tingkat provinsi. Supaya, rencana transformasi SMAN 1 Bangil menjadi SMAN 1 Taruna Madani Jatim dibatalkan.

“SMAN 1 Bangil tetap harus ada agar warisan dan sejarah perjuangan tetap ada. Boleh mendirikan SMAN 1 Taruna Madani, asalkan tidak di SMAN 1 Bangil yang merupakan satu-satunya SMA negeri di Bangil,” harap dia.

 

Komentar Wakil Ketua DPRD

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi memahami apa yang dirasakan masyarakat Bangil dan para alumni. Ia mengakui, warga tidak menolak keberadaan SMAN 1 Taruna Madani. Asalkan tidak mengubah SMAN 1 Bangil.

“Kami di legislatif siap kok mendukung pendirian SMAN 1 Taruna Madani. Misalnya, persoalan lahan. Tapi, tidak dengan memigrasi SMAN 1 Bangil,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/