alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Plengsengan Kedunglarangan Ambrol Ditangani Darurat dengan Sandbag

BANGIL, Radar Bromo – Ambrolnya plengsengan Sungai Kedunglarangan di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, memang sudah dibenahi. Namun, pembenahan yang dilakukan masih membuat warga waswas.

Sebab, pembenahan di plengsengan itu tidak dilakukan secara permanen dengan memasang bronjong. Namun, baru sebatas pemasangan sandbag.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo menguraikan, warga memperbaiki secara swadaya plengsengan Kedunglarangan yang ambrol. Namun, kekhawatiran warga yang berada di sekitar plengsengan rusak itu masih ada.

Sebab, penanganan darurat yang dilakukan masih rentan jebol. “Apalagi, memasuki masa musim hujan yang intensitasnya kian tinggi seperti sekarang ini,” sampainya.

Seharusnya, plengsengan yang ambrol dipasang bronjong. Karena ketahanan bronjong lebih baik dibanding sandbag.

“Bukankah dana dari Biaya Tak Terduga atau BTT tersedia. Kami harap dana tersebut dimanfaatkan untuk memasang bronjong,” ulasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Tektona Jati Permana menguraikan, penanganan darurat sudah dilakukan pada plengsengan Kedunglarangan yang ambrol. Meski baru sebatas pemasangan sandbag.

Memang baru sebatas dipasang sandbag. Sebab, untuk pemasangan bronjong membutuhkan dana yang tak sedikit. Bisa mencapai Rp 2 miliar.

“Sementara, BTT yang ada terbatas dan belum memadai. Apalagi yang ditangani kan banyak untuk mengakomodasi dampak bencana di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Pemkab saat ini menurutnya, tengah mengupayakan penanganan melalui Pemprov Jatim atau pusat. Dengan harapan, dana untuk pembenahan tersebut tersedia.

“Kami sedang mengomunikasikan dengan pusat dan provinsi. Mudah-mudahan, ada dana BTT dari provinsi ataupun pusat untuk penanganan plengsengan Kedunglarangan,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, plengsengan sungai Kedunglarangan di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, ambrol. Ribuan warga di Kelurahan Kalianyar, Kalirejo, dan Manaruwi, Kecamatan Bangil pun terancam.

Plengsengan sepanjang 80 meter dengan kedalaman 7 meter itu ambrol pada Selasa (8/12) tahun lalu. Karena plengsengan ambrol, membuat sungai pun terkikis dan rentan jebol. (one/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Ambrolnya plengsengan Sungai Kedunglarangan di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, memang sudah dibenahi. Namun, pembenahan yang dilakukan masih membuat warga waswas.

Sebab, pembenahan di plengsengan itu tidak dilakukan secara permanen dengan memasang bronjong. Namun, baru sebatas pemasangan sandbag.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo menguraikan, warga memperbaiki secara swadaya plengsengan Kedunglarangan yang ambrol. Namun, kekhawatiran warga yang berada di sekitar plengsengan rusak itu masih ada.

Sebab, penanganan darurat yang dilakukan masih rentan jebol. “Apalagi, memasuki masa musim hujan yang intensitasnya kian tinggi seperti sekarang ini,” sampainya.

Seharusnya, plengsengan yang ambrol dipasang bronjong. Karena ketahanan bronjong lebih baik dibanding sandbag.

“Bukankah dana dari Biaya Tak Terduga atau BTT tersedia. Kami harap dana tersebut dimanfaatkan untuk memasang bronjong,” ulasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Tektona Jati Permana menguraikan, penanganan darurat sudah dilakukan pada plengsengan Kedunglarangan yang ambrol. Meski baru sebatas pemasangan sandbag.

Memang baru sebatas dipasang sandbag. Sebab, untuk pemasangan bronjong membutuhkan dana yang tak sedikit. Bisa mencapai Rp 2 miliar.

“Sementara, BTT yang ada terbatas dan belum memadai. Apalagi yang ditangani kan banyak untuk mengakomodasi dampak bencana di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Pemkab saat ini menurutnya, tengah mengupayakan penanganan melalui Pemprov Jatim atau pusat. Dengan harapan, dana untuk pembenahan tersebut tersedia.

“Kami sedang mengomunikasikan dengan pusat dan provinsi. Mudah-mudahan, ada dana BTT dari provinsi ataupun pusat untuk penanganan plengsengan Kedunglarangan,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, plengsengan sungai Kedunglarangan di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, ambrol. Ribuan warga di Kelurahan Kalianyar, Kalirejo, dan Manaruwi, Kecamatan Bangil pun terancam.

Plengsengan sepanjang 80 meter dengan kedalaman 7 meter itu ambrol pada Selasa (8/12) tahun lalu. Karena plengsengan ambrol, membuat sungai pun terkikis dan rentan jebol. (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/