alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

DPRD Kab Pasuruan Soroti Sekolah Tatap Muka SMA-SMK

BANGIL, Radar Bromo – Rencana pembelajaran tatap muka untuk jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Pasuruan mulai hari ini (4/1), jadi sorotan DPRD setempat. Dewan memandang, kebijakan tersebut rentan menimbulkan klaster baru penularan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Pansus Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan M. Zaini memandang, pembelajaran tatap muka sebaiknya ditunda. Penundaan itu didasari seiring kondisi pandemi di wilayah Kabupaten Pasuruan yang belum terkendali.

Kasus demi kasus (Covid-19) masih bermunculan. Apalagi, vaksinasi belum dilakukan. “Untuk anak, jangan coba-coba. Pendidikan memang penting, tapi nyawa jauh lebih penting,” kritik Zaini.

Ia memandang, kebijakan tersebut sah-sah saja dilakukan. Syaratnya, kasus korona di wilayah Kabupaten Pasuruan bisa dikendalikan. Ditambah lagi, jika vaksinasi telah dijalankan.

Karena bila tidak, dikhawatirkan memicu klaster baru. Sehingga, bukan tidak mungkin, pelajar bisa menjadi korban.

“Kalau vaksinasi sudah dilakukan, mungkin masih bisa kegiatan tatap muka itu dilakukan. Tapi ini kan belum. Apalagi, pertumbuhan kasus Covid-19 terus muncul. Jangan sampai muncul klaster baru, yang malah membuat anak-anak kita menjadi korban,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Ruslan. Ia meminta agar kebijakan pembelajaran tatap muka dipertimbangkan. Ini diperlukan untuk menghindari kasus-kasus baru bermunculan.

Sekda Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya pernah menguraikan, kalau pembelajaran tatap muka akan diuji coba. Tahap awalnya dengan pemberlakuan pembelajaran untuk tingkat SMA dan SMK.

Karena siswa SMA dan SMK dianggap lebih memahami protokol kesehatan. “Penerapannya pun menerapkan zona,” tandasnya.

Diketahui, mulai hari ini digelar sekolah tatap muka di Kabupaten Pasuruan untuk jenjang SMA-SMK. Kepala Cabang Dinas Provinsi Jatim di Pasuruan Indah Yudiani menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan Pemkab Pasuruan dan Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

Dari pertemuan itu, pihaknya telah mendapatkan izin untuk menggelar sekolah tatap muka. Sekolah tatap muka bakal digelar di 20 kecamatan. Minus kecamatan Gempol, Beji, Bangil, dan Pandaan. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Rencana pembelajaran tatap muka untuk jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Pasuruan mulai hari ini (4/1), jadi sorotan DPRD setempat. Dewan memandang, kebijakan tersebut rentan menimbulkan klaster baru penularan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Ketua Pansus Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan M. Zaini memandang, pembelajaran tatap muka sebaiknya ditunda. Penundaan itu didasari seiring kondisi pandemi di wilayah Kabupaten Pasuruan yang belum terkendali.

Kasus demi kasus (Covid-19) masih bermunculan. Apalagi, vaksinasi belum dilakukan. “Untuk anak, jangan coba-coba. Pendidikan memang penting, tapi nyawa jauh lebih penting,” kritik Zaini.

Ia memandang, kebijakan tersebut sah-sah saja dilakukan. Syaratnya, kasus korona di wilayah Kabupaten Pasuruan bisa dikendalikan. Ditambah lagi, jika vaksinasi telah dijalankan.

Karena bila tidak, dikhawatirkan memicu klaster baru. Sehingga, bukan tidak mungkin, pelajar bisa menjadi korban.

“Kalau vaksinasi sudah dilakukan, mungkin masih bisa kegiatan tatap muka itu dilakukan. Tapi ini kan belum. Apalagi, pertumbuhan kasus Covid-19 terus muncul. Jangan sampai muncul klaster baru, yang malah membuat anak-anak kita menjadi korban,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Ruslan. Ia meminta agar kebijakan pembelajaran tatap muka dipertimbangkan. Ini diperlukan untuk menghindari kasus-kasus baru bermunculan.

Sekda Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya pernah menguraikan, kalau pembelajaran tatap muka akan diuji coba. Tahap awalnya dengan pemberlakuan pembelajaran untuk tingkat SMA dan SMK.

Karena siswa SMA dan SMK dianggap lebih memahami protokol kesehatan. “Penerapannya pun menerapkan zona,” tandasnya.

Diketahui, mulai hari ini digelar sekolah tatap muka di Kabupaten Pasuruan untuk jenjang SMA-SMK. Kepala Cabang Dinas Provinsi Jatim di Pasuruan Indah Yudiani menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan Pemkab Pasuruan dan Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

Dari pertemuan itu, pihaknya telah mendapatkan izin untuk menggelar sekolah tatap muka. Sekolah tatap muka bakal digelar di 20 kecamatan. Minus kecamatan Gempol, Beji, Bangil, dan Pandaan. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/