alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Bersihkan Pipa, Buruh asal Kraton Tewas Mendadak

REMBANG, Radar Bromo– Malang nian nasib Muhammad Muzzayen. Pemuda 18 tahun asal Krajan, Desa Tambaksari, Kecamatan Kraton itu, meninggal dunia, saat tengah sibuk bekerja.  Belum dipastikan pemicu tewasnya korban. Apakah imbas sengatan listrik. Atau faktor lain. Pasalnya, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini.

Insiden tersebut menimpa korban, Rabu pagi (3/11). Informasinya, pagi itu korban sedang sibuk membersihkan pipa besi milik pabrik tempatnya berkerja. Buruh PT Ang Putra, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang ini, bersih-besih pipa tidak sendirian.

Tapi, bersama dua rekannya. “Korban sedang bersih-bersih pipa pabrik bersama teman-temannya,” kata Kapolsek Rembang, AKP Pudjianto.

Menurut Kapolsek, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00. Saat bersih-bersih, tiba-tiba, korban berteriak. Selanjutnya, korban ditemukan tergeletak. Nafasnya terngah-engah. Sampai kemudian mendadak pingsan.

Melihat itu, pihak perusahaan pupuk organik kemudian memanggil ambulans. Namun, nyawa korban tak terselamatkan. Ia meregangnyawa. Korban kemudian dilarikan ke kamar jenazah RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.

Pudjianto mengungkapkan, masih menyelidiki kasus ini. “Apakah karena sengatan listrik atau karena sakit jantung, kami belum bisa memastikan. Karena, masih menunggu hasil visum,” bebernya. (one/fun)

REMBANG, Radar Bromo– Malang nian nasib Muhammad Muzzayen. Pemuda 18 tahun asal Krajan, Desa Tambaksari, Kecamatan Kraton itu, meninggal dunia, saat tengah sibuk bekerja.  Belum dipastikan pemicu tewasnya korban. Apakah imbas sengatan listrik. Atau faktor lain. Pasalnya, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini.

Insiden tersebut menimpa korban, Rabu pagi (3/11). Informasinya, pagi itu korban sedang sibuk membersihkan pipa besi milik pabrik tempatnya berkerja. Buruh PT Ang Putra, Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang ini, bersih-besih pipa tidak sendirian.

Tapi, bersama dua rekannya. “Korban sedang bersih-bersih pipa pabrik bersama teman-temannya,” kata Kapolsek Rembang, AKP Pudjianto.

Menurut Kapolsek, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00. Saat bersih-bersih, tiba-tiba, korban berteriak. Selanjutnya, korban ditemukan tergeletak. Nafasnya terngah-engah. Sampai kemudian mendadak pingsan.

Melihat itu, pihak perusahaan pupuk organik kemudian memanggil ambulans. Namun, nyawa korban tak terselamatkan. Ia meregangnyawa. Korban kemudian dilarikan ke kamar jenazah RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.

Pudjianto mengungkapkan, masih menyelidiki kasus ini. “Apakah karena sengatan listrik atau karena sakit jantung, kami belum bisa memastikan. Karena, masih menunggu hasil visum,” bebernya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/