alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Anggaran Bencana di Kab Pasuruan Kecil, Cuma Rp 117 Juta

BANGIL, Radar Bromo – Kabupaten Pasuruan masih menghadapi beragam ancaman bencana alam. Baik banjir, tanah longsor, angin puting beliung, maupun kekeringan. Karena itu, para legislator di parlemen mempertanyakan kecilnya anggaran peralatan kebencanaan di APBD 2021. Cuma Rp 117 juta.

Anggaran tersebut disiapkan untuk pengadaan peralatan bencana selama satu tahun. Tak sepadan dengan tingkat kerawanan bencana alam. ”Apakah cukup anggaran itu? Untuk apa saja?” ungkap anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Sugiarto.

Menurut dia, anggaran untuk peralatan ataupun logistik kebencanaan seharusnya lebih besar. Itu, untuk antisipasi jika ada kejadian tak diharapkan. Terlebih wilayah Pasuruan rawan bencana.

Apa saja? Bencana tanah longsor pernah terjadi di Kecamatan Tosari, Tutur, dan Puspo. Banjir sudah jamak dikeluhkan warga Kalianyar (Bangil), Sadengrejo (Rejoso), Kepulungan (Gempol), serta Tambakrejo dan Sukorejo (Kraton). Belum lagi bencana kekeringan di wilayah Lumbang, Winongan, dan Lekok.  Termasuk angin puting beliung. Itu mungkin terjadi di mana saja.

”Jadi, seharusnya anggaran itu ditingkatkan. Agar penanganan bencana lebih optimal,” tegas Sugiarto.

Plt Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Dimas menjelaskan, anggaran pengadaan peralatan kebencanaan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan beberapa peralatan kebencanaan.

Misalnya, sebut Dimas, terpal untuk longsor, sandbag untuk banjir,  dan tenda, serta peralatan lain. ”Kami menyiapkan dana penyediaan logistik dan peralatan kebencanaan Rp 117 juta. Dana itu sudah kami sesuaikan dengan kemampuan daerah,” ujarnya. (one/far)

 

BANGIL, Radar Bromo – Kabupaten Pasuruan masih menghadapi beragam ancaman bencana alam. Baik banjir, tanah longsor, angin puting beliung, maupun kekeringan. Karena itu, para legislator di parlemen mempertanyakan kecilnya anggaran peralatan kebencanaan di APBD 2021. Cuma Rp 117 juta.

Anggaran tersebut disiapkan untuk pengadaan peralatan bencana selama satu tahun. Tak sepadan dengan tingkat kerawanan bencana alam. ”Apakah cukup anggaran itu? Untuk apa saja?” ungkap anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Sugiarto.

Menurut dia, anggaran untuk peralatan ataupun logistik kebencanaan seharusnya lebih besar. Itu, untuk antisipasi jika ada kejadian tak diharapkan. Terlebih wilayah Pasuruan rawan bencana.

Apa saja? Bencana tanah longsor pernah terjadi di Kecamatan Tosari, Tutur, dan Puspo. Banjir sudah jamak dikeluhkan warga Kalianyar (Bangil), Sadengrejo (Rejoso), Kepulungan (Gempol), serta Tambakrejo dan Sukorejo (Kraton). Belum lagi bencana kekeringan di wilayah Lumbang, Winongan, dan Lekok.  Termasuk angin puting beliung. Itu mungkin terjadi di mana saja.

”Jadi, seharusnya anggaran itu ditingkatkan. Agar penanganan bencana lebih optimal,” tegas Sugiarto.

Plt Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Dimas menjelaskan, anggaran pengadaan peralatan kebencanaan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan beberapa peralatan kebencanaan.

Misalnya, sebut Dimas, terpal untuk longsor, sandbag untuk banjir,  dan tenda, serta peralatan lain. ”Kami menyiapkan dana penyediaan logistik dan peralatan kebencanaan Rp 117 juta. Dana itu sudah kami sesuaikan dengan kemampuan daerah,” ujarnya. (one/far)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/