40 Donor Darah Di-Cancel, Stok Darah di Kab Pasuruan Masih Kritis

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi korona yang belum berakhir membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan belum lepas dari krisis stok darah. Upaya untuk memaksimalkan penyediaan darah, tak kunjung terlaksana.

Stok darah di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Pasuruan tak bisa terbebas dari masa-masa kritis. Mandeknya support dari instansi ataupun perusahaan untuk menggelar donor darah, memicu krisis kantong darah berkepanjangan.

“Sudah beberapa bulan terakhir stok darah yang kami miliki selalu kritis. Sejak pandemi korona mewabah, kegiatan donor darah masal berkurang tajam,” jelas Humas Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Pasuruan Soni Sumarsono.

Soni menguraikan, masa kritis itu sampai sekarang. Setidaknya per kemarin, hanya ada 62 kantong yang tersedia di tempatnya. Jumlah itu sangat jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai ratusan kantong. “Bahkan, Sabtu (1/8), hanya ada 32 kantong darah yang tersedia,” ungkapnya.

Puluhan kantong darah itu terbagi untuk golongan darah A sebanyak 7 kantong; golongan darah B sebanyak 23 kantong; golongan darah O sebanyak 19 kantong; serta golongan darah AB sebanyak 13 kantong.

Jumlah itu bisa dibilang sangat rendah dan kritis. Bahkan, hanya bisa cukup 3 hari. Itu pun jika permintaannya tak sampai 20 kantong per hari.

Padahal, permintaan darah cenderung fluktuatif. Bisa di bawah 20 kantong sehari. Namun bisa sampai 30 kantong hingga lebih dalam seharinya. “Kami hanya prediksikan, cukup untuk beberapa hari. Karena permintaan darah fluktuatif,” ulasnya.

Terbatasnya kantong darah itu, tak lepas dari banyaknya agenda donor masal yang batal dijalankan. Lebih dari 40 kegiatan donor darah batal dilakukan. Sehingga, membuat stok darah sulit terjaga.

“Tapi, kami terus berusaha untuk mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Supaya, kebutuhan darah bisa terus tercukupi,” bebernya. (one/mie)