Pembukaan RTH di Kab Pasuruan Tunggu New Normal  

MASIH DITUTUP: Sejumlah warga beraktivitas di dalam Alun-alun Bangil, beberapa waktu lalu. Meski masih ditutup, banyak warga yang beraktivitas di alun-alun setempat. (Jawa Pos Radar Bromo Photo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo–Sejak ditutup 26 Maret lalu, sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Pasuruan sejauh ini masih belum dibuka. Meski begitu, di suatu kesempatan, sejumlah RTH sudah banyak didatangi warga.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengatakan, DLH masih belum membuka lahan terbuka yang menjadi kewenangan DLH. Mulai dari Alun-alun Bangil, Hutan Kota Pogar, hingga Hutan Kota Kalirejo.

“Untuk alun-alun dan hutan kota di Bangil sampai saat ini masih ditutup untuk masyarakat. Karena kondisi di Kabupaten Pasuruan masih belum new normal,” terang Heru.

DLH setempat, disebutkan Heru, sifatnya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan terkait new normal. Jika sudah diterapkan new normal, maka akan dibuka seluruhnya.

Saat ini Kabupaten Pasuruan disebutkan masih masuk zona merah. Sehingga, dinilai belum aman untuk dibuka bagi masyarakat.

Heru  membenarkan, saat ini memang sudah ada garis batas yang rusak atau hilang. “Untuk garis batas atau police line yang rusak, segera akan kami perbaiki kembali. Termasuk juga menyiapkan protokol kesehatan di sana. Seperti titik-titik tempat cuci tangan. Ini untuk mengantisipasi jika nanti lahan terbuka ini akan dibuka saat new normal,” terangnya.

Terkait masih ada warga yang menerobos masuk ke alun-alun, Heru menjelaskan, pihaknya sudah menyiagakan petugas. Baik dari DLH ataupun Satpol PP.

Namun, memang petugas tidak bisa berjaga 24 jam. “Kalau ada yang ketahuan menerobos,  tentu sifatnya kami menegur. Namun, memang petugas juga terbatas. Sehingga, kami berharap masyarakat juga menyadari karena penutupan lahan terbuka ini juga untuk menekan penyebaran Covid-19,” terangnya. (eka/mie)