alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Jalan di Wonokoyo Beji Rusak Parah, Warga Pasang Tong agar Tak Celaka

BEJI, Radar Bromo – Tong kosong bisa selamatkan jiwa. Lewat Jalan Gununggangsir–Randupitu bak melintasi jalur motocross. Lubang bertebaran di sana-sini. Pengendara pun terpaksa melaju zig-zag agar tidak terperosok jeglongan. Warga menutupnya dengan tong.

Lubang-lubang jalan itu, antara lain terlihat di kawasan Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Kondisinya rusak parah. Lubang jalan menjadi kubangan. ”Sudah berbulan-bulan nggak diperbaiki,” keluh Adit, warga Gununggangsir kemarin (2/4).

Mengapa mengeluh? Ruas Jalan Gununggangsir—Randupitu merupakan akses penghubung Kecamatan Beji dan Kecamatan Pandaan. Fungsinya sangat vital. Pengguna jalan dari Beji ke Pandaan dan sebaliknya sangat tersiksa dengan kondisi tersebut.

Sewaktu lubang masih kecil, pengendara mudah menghindar. Masalahnya, sekarang lubang itu semakin besar. Kalau hujan tidak terlihat karena tertutup air. ”Itu bahaya kalau dibiarkan,” tambah Adit.

Dia berharap, Pemkab Pasuruan segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Entah ditambal sulam atau sekalian aspalnya ditebalkan dan ditinggikan. Yang penting lubang jalan tertutup. Pengendara bisa nyaman melakukan perjalanan. Lebih-lebih, bisa selamat sampai tujuan. ”Jangan sampai menunggu ada korban,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo di lokasi menyaksikan kerusakan Jalan Gununggangsir—Randupitu tergolong parah. Lubangnya banyak. Karena itu, warga memilih memasang tong di tengah lubang. Tujuannya, mengingatkan pengendara agar berhati-hati saat lewat. Lebih baik menghindari lubang daripada terjerembab.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar memastikan perbaikan ruas jalan Gununggangsir—Randupitu telah masuk perencanaan pembangunan pada 2021 ini.

”Tahun ini,” tegas Cahyo Fajar. Perbaikan itu sudah teragenda dengan Jalan Gununggangsir–Talun. Anggaran perbaikan berasal dari Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) 2021. (one/far)

BEJI, Radar Bromo – Tong kosong bisa selamatkan jiwa. Lewat Jalan Gununggangsir–Randupitu bak melintasi jalur motocross. Lubang bertebaran di sana-sini. Pengendara pun terpaksa melaju zig-zag agar tidak terperosok jeglongan. Warga menutupnya dengan tong.

Lubang-lubang jalan itu, antara lain terlihat di kawasan Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji. Kondisinya rusak parah. Lubang jalan menjadi kubangan. ”Sudah berbulan-bulan nggak diperbaiki,” keluh Adit, warga Gununggangsir kemarin (2/4).

Mengapa mengeluh? Ruas Jalan Gununggangsir—Randupitu merupakan akses penghubung Kecamatan Beji dan Kecamatan Pandaan. Fungsinya sangat vital. Pengguna jalan dari Beji ke Pandaan dan sebaliknya sangat tersiksa dengan kondisi tersebut.

Sewaktu lubang masih kecil, pengendara mudah menghindar. Masalahnya, sekarang lubang itu semakin besar. Kalau hujan tidak terlihat karena tertutup air. ”Itu bahaya kalau dibiarkan,” tambah Adit.

Dia berharap, Pemkab Pasuruan segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Entah ditambal sulam atau sekalian aspalnya ditebalkan dan ditinggikan. Yang penting lubang jalan tertutup. Pengendara bisa nyaman melakukan perjalanan. Lebih-lebih, bisa selamat sampai tujuan. ”Jangan sampai menunggu ada korban,” ujarnya.

Jawa Pos Radar Bromo di lokasi menyaksikan kerusakan Jalan Gununggangsir—Randupitu tergolong parah. Lubangnya banyak. Karena itu, warga memilih memasang tong di tengah lubang. Tujuannya, mengingatkan pengendara agar berhati-hati saat lewat. Lebih baik menghindari lubang daripada terjerembab.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar memastikan perbaikan ruas jalan Gununggangsir—Randupitu telah masuk perencanaan pembangunan pada 2021 ini.

”Tahun ini,” tegas Cahyo Fajar. Perbaikan itu sudah teragenda dengan Jalan Gununggangsir–Talun. Anggaran perbaikan berasal dari Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) 2021. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/