alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Siapkan Rp 450 Juta untuk Penanganan Kebakaran di Kab Pasuruan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Insiden kebakaran yang terjadi sepanjang 2020 lalu di Kabupaten Pasuruan, ternyata menyedot dana yang tak sedikit. Pemkab harus menggelontorkan dana hingga Rp 300 juta, untuk operasional pemadaman api di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kepala Satpol PP, Linmas, dan Damkar Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, biaya besar yang digelontorkan itu tak lepas dari berbagai kebutuhan dalam penanganan kebakaran. Selain untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), perawatan kendaraan, dan operasional lainnya.

Tingginya kasus kebakaran yang terjadi, juga mempengaruhi anggaran. Karena semakin banyak kasus kebakaran terjadi, tentunya akan membuat biaya untuk penangannya semakin besar. Sepanjang tahun 2020 lalu, setidaknya ada 63 kasus kebakaran terjadi.

“Tingginya kasus kebakaran yang terjadi itulah, akhirnya berdampak terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Karena biaya operasionalnya, semakin besar,” ujar Bakti.

Ia menambahkan, tahun 2021 ini pihaknya mengalokasikan dana yang lebih tinggi. Setidaknya, Rp 450 juta dialokasikan untuk upaya penanganan kebakaran di Kabupaten Pasuruan. Meski kasus kebakaran masih minim, namun antisipasi itu dilakukan.

“Kami anggarkan lebih tinggi. Tapi mudah-mudahan tidak sampai terjadi kasus kebakaran lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Sehingga, sisa anggarannya bisa disesuaikan di P-APBD 2021,” harapnya. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Insiden kebakaran yang terjadi sepanjang 2020 lalu di Kabupaten Pasuruan, ternyata menyedot dana yang tak sedikit. Pemkab harus menggelontorkan dana hingga Rp 300 juta, untuk operasional pemadaman api di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kepala Satpol PP, Linmas, dan Damkar Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, biaya besar yang digelontorkan itu tak lepas dari berbagai kebutuhan dalam penanganan kebakaran. Selain untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), perawatan kendaraan, dan operasional lainnya.

Tingginya kasus kebakaran yang terjadi, juga mempengaruhi anggaran. Karena semakin banyak kasus kebakaran terjadi, tentunya akan membuat biaya untuk penangannya semakin besar. Sepanjang tahun 2020 lalu, setidaknya ada 63 kasus kebakaran terjadi.

Mobile_AP_Half Page

“Tingginya kasus kebakaran yang terjadi itulah, akhirnya berdampak terhadap biaya yang harus dikeluarkan. Karena biaya operasionalnya, semakin besar,” ujar Bakti.

Ia menambahkan, tahun 2021 ini pihaknya mengalokasikan dana yang lebih tinggi. Setidaknya, Rp 450 juta dialokasikan untuk upaya penanganan kebakaran di Kabupaten Pasuruan. Meski kasus kebakaran masih minim, namun antisipasi itu dilakukan.

“Kami anggarkan lebih tinggi. Tapi mudah-mudahan tidak sampai terjadi kasus kebakaran lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Sehingga, sisa anggarannya bisa disesuaikan di P-APBD 2021,” harapnya. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2