alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pengerjaan Bronjong Tanggul Kedunglarangan Baru 40 Persen

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Pembangunan tanggul Kedunglarangan, di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, belum tuntas dikerjakan. Hingga kemarin, baru sekitar 40 persen tanggul tersebut diselesaikan.

Sejumlah kendala menghampiri dalam pelaksanaan pembangunan. Selain hujan yang masih melanda, juga faktor medan yang sulit dilalui.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Imam Nurwahyudi menguraikan, pembangunan tanggul Kedunglarangan yang ambrol itu masih dalam proses. Sejauh ini pengerjaan pemasangan bronjong pada tanggul yang mengalami kerusakan tersebut, baru diselesaikan sekitar 40 persen.

“Pengerjaannya memang membutuhkan waktu. Paling tidak, dua bulan sejak dimulai pertengahan Februari 2021 lalu,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Menurut Imam, lamanya proses pembangunan tanggul Kedunglarangan, bukan tanpa alasan. Salah satunya, dipengaruhi faktor musim hujan masih melanda. Karena ketika hujan, proses pengerjaan tak bisa dimaksimalkan.

Selain itu, medan menuju tanggul yang jebol, sulit dijangkau kendaraan truk pengangkut material. “Untuk mengangkut material berupa batu, menggunakan pikap. Hal ini juga membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya memperkirakan, masih butuh waktu sekitar sebulan untuk penyelesaian tanggul tersebut. Paling tidak, April baru bisa diselesaikan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tanggul Kedunglarangan jebol setelah diterjang air sungai. Dampaknya, air meluberi permukiman warga. Untuk mengatasinya, pembangunan darurat dengan pemasangan bronjong dilakukan. Butuh dana hingga Rp 1,6 miliar untuk pelaksanaannya. Dana itu diambil dari BTT. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Pembangunan tanggul Kedunglarangan, di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, belum tuntas dikerjakan. Hingga kemarin, baru sekitar 40 persen tanggul tersebut diselesaikan.

Sejumlah kendala menghampiri dalam pelaksanaan pembangunan. Selain hujan yang masih melanda, juga faktor medan yang sulit dilalui.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Imam Nurwahyudi menguraikan, pembangunan tanggul Kedunglarangan yang ambrol itu masih dalam proses. Sejauh ini pengerjaan pemasangan bronjong pada tanggul yang mengalami kerusakan tersebut, baru diselesaikan sekitar 40 persen.

Mobile_AP_Half Page

“Pengerjaannya memang membutuhkan waktu. Paling tidak, dua bulan sejak dimulai pertengahan Februari 2021 lalu,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Menurut Imam, lamanya proses pembangunan tanggul Kedunglarangan, bukan tanpa alasan. Salah satunya, dipengaruhi faktor musim hujan masih melanda. Karena ketika hujan, proses pengerjaan tak bisa dimaksimalkan.

Selain itu, medan menuju tanggul yang jebol, sulit dijangkau kendaraan truk pengangkut material. “Untuk mengangkut material berupa batu, menggunakan pikap. Hal ini juga membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya memperkirakan, masih butuh waktu sekitar sebulan untuk penyelesaian tanggul tersebut. Paling tidak, April baru bisa diselesaikan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tanggul Kedunglarangan jebol setelah diterjang air sungai. Dampaknya, air meluberi permukiman warga. Untuk mengatasinya, pembangunan darurat dengan pemasangan bronjong dilakukan. Butuh dana hingga Rp 1,6 miliar untuk pelaksanaannya. Dana itu diambil dari BTT. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2