alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

RSUD Bangil Benarkan Tersangka Jambret Pernah Operasi Hernia

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan sudah menegaskan bahwa tersangka jambret atas nama Syaifullah, ditangkap sesuai prosedur. Polisi juga membantah, tidak ada penyiksaan yang dialami Syaifullah, meski pihak keluarga menuding ada oknum polisi yang memukul tersanka sampai buah zakarnya pecah. Namun Syaifullah memang mengalami sakit hernia.

Hal ini juga dibenarkan Humas RSUD Bangil M. Hayat. Menurut Hayat, beberapa waktu lalu pihak rumah sakit menerima tersangka dari Polres Pasuruan yang menjalani operasi di RSUD Bangil. Yang bersangkutan, menurutnya, menderita hernia inguinal.

Karena hernia yang diderita tersangka tergolong parah, maka saat itu dilakukan tindakan operasi cito. “Operasi cito adalah operasi darurat karena kondisinya sudah parah,” terang Hayat.

SAKIT HERNIA: Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan memimpin rilis kasus dugaan pencurian pikap dan begal tersangka Syaifullah, 44. Kapolres Rofiq menegaskan, tersangka sakit hernia, bukan dianiaya. Inset, surat hasil operasi dari RSUD Bangil. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Di sisi lain, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menyebutkan, pihak kepolisian masih mengembangkan kasus kriminal yang menjerat tersangka. Termasuk, memburu beberapa jaringan tersangka.

“Tersangka ini memiliki jaringan yang berbeda-beda. Setiap beraksi bisa berganti-ganti teman,” bebernya dalam press release Selasa (2/2).

Diberitakan sebelumnya, Syaifullah, 44, diduga jadi korban penyiksaan oknum petugas kepolisian. Dugaan itu disampaikan keluarga tersangka. Yaitu, Mukhtar paman tersangka.

Mukhtar menyebut, keponakannya itu diduga disiksa saat ditangkap petugas. Imbas penyiksaan itu, buah zakar korban sampai pecah dan harus menjalani operasi.

Dia juga menyebut, saat ditangkap di rumahnya pada 13 Januari 2020, tersangka tidak melakukan perlawanan sama sekali. Namun beberapa hari kemudian, tiba-tiba tersangka masuk rumah sakit.

Testis Tersangka Jambret Ini Pecah, Tuding Akibat Dipukul Oknum

“Sekitar dua mingguan ia dirawat di rumah sakit. Diduga dia dipukul oleh oknum polisi,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan Syaifullah, tersangka kasus jambret, disoal pihak keluarga. Sebab pihak keluarga Syaifullah menuding, Syaifullah yang dibekuk Satreskrim Polres Pasuruan, diduga mengalami tindak kekerasan saat penangkapan. Keluarga menuding, ada oknum personel polisi, memukul warga Dusun Gembyang, Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, hingga akibatnya buah zakar atau testis Syaifullah, pecah.

Namun versi polisi, Syaifullah tidak dipukul hingga mengakibatkan bagian vitalnya tersebut, luka parah. Polisi sudah melakukan penangkapan sesuai prosedur. Terlebih terangka Syaifullah disebut-sebut melawan (one/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan sudah menegaskan bahwa tersangka jambret atas nama Syaifullah, ditangkap sesuai prosedur. Polisi juga membantah, tidak ada penyiksaan yang dialami Syaifullah, meski pihak keluarga menuding ada oknum polisi yang memukul tersanka sampai buah zakarnya pecah. Namun Syaifullah memang mengalami sakit hernia.

Hal ini juga dibenarkan Humas RSUD Bangil M. Hayat. Menurut Hayat, beberapa waktu lalu pihak rumah sakit menerima tersangka dari Polres Pasuruan yang menjalani operasi di RSUD Bangil. Yang bersangkutan, menurutnya, menderita hernia inguinal.

Karena hernia yang diderita tersangka tergolong parah, maka saat itu dilakukan tindakan operasi cito. “Operasi cito adalah operasi darurat karena kondisinya sudah parah,” terang Hayat.

SAKIT HERNIA: Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan memimpin rilis kasus dugaan pencurian pikap dan begal tersangka Syaifullah, 44. Kapolres Rofiq menegaskan, tersangka sakit hernia, bukan dianiaya. Inset, surat hasil operasi dari RSUD Bangil. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Di sisi lain, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menyebutkan, pihak kepolisian masih mengembangkan kasus kriminal yang menjerat tersangka. Termasuk, memburu beberapa jaringan tersangka.

“Tersangka ini memiliki jaringan yang berbeda-beda. Setiap beraksi bisa berganti-ganti teman,” bebernya dalam press release Selasa (2/2).

Diberitakan sebelumnya, Syaifullah, 44, diduga jadi korban penyiksaan oknum petugas kepolisian. Dugaan itu disampaikan keluarga tersangka. Yaitu, Mukhtar paman tersangka.

Mukhtar menyebut, keponakannya itu diduga disiksa saat ditangkap petugas. Imbas penyiksaan itu, buah zakar korban sampai pecah dan harus menjalani operasi.

Dia juga menyebut, saat ditangkap di rumahnya pada 13 Januari 2020, tersangka tidak melakukan perlawanan sama sekali. Namun beberapa hari kemudian, tiba-tiba tersangka masuk rumah sakit.

Testis Tersangka Jambret Ini Pecah, Tuding Akibat Dipukul Oknum

“Sekitar dua mingguan ia dirawat di rumah sakit. Diduga dia dipukul oleh oknum polisi,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan Syaifullah, tersangka kasus jambret, disoal pihak keluarga. Sebab pihak keluarga Syaifullah menuding, Syaifullah yang dibekuk Satreskrim Polres Pasuruan, diduga mengalami tindak kekerasan saat penangkapan. Keluarga menuding, ada oknum personel polisi, memukul warga Dusun Gembyang, Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, hingga akibatnya buah zakar atau testis Syaifullah, pecah.

Namun versi polisi, Syaifullah tidak dipukul hingga mengakibatkan bagian vitalnya tersebut, luka parah. Polisi sudah melakukan penangkapan sesuai prosedur. Terlebih terangka Syaifullah disebut-sebut melawan (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/