alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Polisi: Keluarga Tersangka Jambret Beri Keterangan Palsu

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan gerah atas tudingan penganiayaan yang dialamatkan pada oknum Satreskrim di satuannya. Selasa (2/2), Polres pun merilis kasus Syaifullah, 44, tersangka pelaku pencurian pikap yang diduga jadi korban penganiayaan tersebut.

Tersangka yang warga Dusun Gembyang, Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, ditunjukkan saat rilis. Termasuk, sejumlah barang bukti dalam kasus yang menjerat tersangka.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menegaskan, tuduhan keluarga bahwa tersangka dianiaya petugas tidak benar sama sekali. Keterangan yang dibeberkan keluarga, menurutnya, merupakan keterangan palsu dan pemberian keterangan palsu bisa dipidanakan.

“Kalau memberikan keterangan tidak benar atau palsu, jelas bisa diperkarakan,” timpal Adrian.

Namun pihaknya belum berencana untuk memproses lebih jauh atau memperkarakan keterangan palsu itu. Beberapa hal menjadi pertimbangan.

Di antaranya, Polres saat ini fokus menangani perkara tersangka. Pihaknya juga mempertimbangkan asas kemanusiaan bagi tersangka.

MENAHAN SAKIT: Tersangka Syaifullah dikeler petugas saat hendak dirilis. Dia kesakitan usai menerima tembakan lantaran melawan petugas. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Memang bisa diperkarakan, tapi kami belum berencana untuk memperkarakan atau memproses dugaan keterangan palsu tersebut,” sambungnya.

Sementara Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan yang memimpin rilis menegaskan, tidak ada penganiayaan yang dilakukan petugas saat menangkap tersangka. Tersangka memang ditangkap pada 13 Januari atas beberapa kasus kejahatan yang dilakukannya.

Ia terlibat dalam tiga kali aksi pencurian pikap. Tersangka juga terlihat dalam aksi begal motor di wilayah Kejayan.

“Tersangka merupakan anggota komplotan spesialis pencurian pikap. Ia juga terlibat dalam aksi begal motor di Kejayan,” jelas Rofiq.

Beberapa hari setelah ditahan, tepatnya tangal 21 Januari, tersangka dilarikan ke RSUD Bangil. Namun penyebabnya bukan karena tersangka mengalami penyiksaan. Tetapi ia memiliki riwayat sakit hernia.

“Saat di tahanan, sakit hernianya kambuh. Petugas kemudian membawanya ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan. Jadi, tidak benar kalau ia disiksa hingga buah zakarnya pecah. Yang benar, dia menderita hernia dan harus dioperasi,” tuturnya.

Rofiq bahkan sampai menunjukkan surat laporan hasil operasi dari RSUD Bangil. Di surat itu tertulis, kasus medis yang dialami tersangka digolongkan darurat.

Testis Tersangka Jambret Ini Pecah, Tuding Akibat Dipukul Oknum

Tersangka sendiri saat ditanya wartawan mengakui dirinya memang memiliki riwayat sakit hernia. Sudah lima tahun sakit tersebut dideritanya. Selama lima tahun itu, hernia tersebut menjadi penyakit kambuhan. Kadang kambung, kadang tidak.

Saat berada di tahanan, sakit hernia yang dideritanya kambuh. “Sakit saya kambuhan. Sudah lima tahun sakit hernia saya rasakan,” akunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan Syaifullah, tersangka kasus jambret, disoal pihak keluarga. Sebab pihak keluarga Syaifullah menuding, Syaifullah yang dibekuk Satreskrim Polres Pasuruan, diduga mengalami tindak kekerasan saat penangkapan. Keluarga menuding, ada oknum personel polisi, memukul warga Dusun Gembyang, Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, hingga akibatnya buah zakar atau testis Syaifullah, pecah.

Namun versi polisi, Syaifullah tidak dipukul hingga mengakibatkan bagian vitalnya tersebut, luka parah. Polisi sudah melakukan penangkapan sesuai prosedur. Terlebih terangka Syaifullah disebut-sebut melawan. (one/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan gerah atas tudingan penganiayaan yang dialamatkan pada oknum Satreskrim di satuannya. Selasa (2/2), Polres pun merilis kasus Syaifullah, 44, tersangka pelaku pencurian pikap yang diduga jadi korban penganiayaan tersebut.

Tersangka yang warga Dusun Gembyang, Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, ditunjukkan saat rilis. Termasuk, sejumlah barang bukti dalam kasus yang menjerat tersangka.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda menegaskan, tuduhan keluarga bahwa tersangka dianiaya petugas tidak benar sama sekali. Keterangan yang dibeberkan keluarga, menurutnya, merupakan keterangan palsu dan pemberian keterangan palsu bisa dipidanakan.

“Kalau memberikan keterangan tidak benar atau palsu, jelas bisa diperkarakan,” timpal Adrian.

Namun pihaknya belum berencana untuk memproses lebih jauh atau memperkarakan keterangan palsu itu. Beberapa hal menjadi pertimbangan.

Di antaranya, Polres saat ini fokus menangani perkara tersangka. Pihaknya juga mempertimbangkan asas kemanusiaan bagi tersangka.

MENAHAN SAKIT: Tersangka Syaifullah dikeler petugas saat hendak dirilis. Dia kesakitan usai menerima tembakan lantaran melawan petugas. (Foto: M. Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Memang bisa diperkarakan, tapi kami belum berencana untuk memperkarakan atau memproses dugaan keterangan palsu tersebut,” sambungnya.

Sementara Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan yang memimpin rilis menegaskan, tidak ada penganiayaan yang dilakukan petugas saat menangkap tersangka. Tersangka memang ditangkap pada 13 Januari atas beberapa kasus kejahatan yang dilakukannya.

Ia terlibat dalam tiga kali aksi pencurian pikap. Tersangka juga terlihat dalam aksi begal motor di wilayah Kejayan.

“Tersangka merupakan anggota komplotan spesialis pencurian pikap. Ia juga terlibat dalam aksi begal motor di Kejayan,” jelas Rofiq.

Beberapa hari setelah ditahan, tepatnya tangal 21 Januari, tersangka dilarikan ke RSUD Bangil. Namun penyebabnya bukan karena tersangka mengalami penyiksaan. Tetapi ia memiliki riwayat sakit hernia.

“Saat di tahanan, sakit hernianya kambuh. Petugas kemudian membawanya ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan. Jadi, tidak benar kalau ia disiksa hingga buah zakarnya pecah. Yang benar, dia menderita hernia dan harus dioperasi,” tuturnya.

Rofiq bahkan sampai menunjukkan surat laporan hasil operasi dari RSUD Bangil. Di surat itu tertulis, kasus medis yang dialami tersangka digolongkan darurat.

Testis Tersangka Jambret Ini Pecah, Tuding Akibat Dipukul Oknum

Tersangka sendiri saat ditanya wartawan mengakui dirinya memang memiliki riwayat sakit hernia. Sudah lima tahun sakit tersebut dideritanya. Selama lima tahun itu, hernia tersebut menjadi penyakit kambuhan. Kadang kambung, kadang tidak.

Saat berada di tahanan, sakit hernia yang dideritanya kambuh. “Sakit saya kambuhan. Sudah lima tahun sakit hernia saya rasakan,” akunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan Syaifullah, tersangka kasus jambret, disoal pihak keluarga. Sebab pihak keluarga Syaifullah menuding, Syaifullah yang dibekuk Satreskrim Polres Pasuruan, diduga mengalami tindak kekerasan saat penangkapan. Keluarga menuding, ada oknum personel polisi, memukul warga Dusun Gembyang, Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, hingga akibatnya buah zakar atau testis Syaifullah, pecah.

Namun versi polisi, Syaifullah tidak dipukul hingga mengakibatkan bagian vitalnya tersebut, luka parah. Polisi sudah melakukan penangkapan sesuai prosedur. Terlebih terangka Syaifullah disebut-sebut melawan. (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/