alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Produksi Garam di Kab Pasuruan Tak Capai Target, Ini Penyebabnya

BANGIL,Radar Bromo – Musim penghujan yang mulai datang membuat produksi garam di Kabupaten Pasuruan terhenti. Tercatat sampai akhir produksi garam lalu, tercatat produksi garam hanya mencapai 9.046,54 ton. Jumlah ini jauh dari target yang ditetapkan sebesar 15.080 ton.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, pada 2020 memang ada beberapa hal yang membuat produksi garam terganggu. Selain produksi garam perdana yang lebih lambat, pandemi Covid-19 dan La Nina juga sangat mempengaruhi produksi garam tahun ini.

“Termasuk musim garam produksi tahun ini yang juga singkat. Adanya hujan di tengah kemarau membuat produksi garam tak maksimal,” terang Slamet.

Bahkan beberapa kali hujan yang juga turun pada Oktober lalu. Akibatnya di bulan November yang seharusnya masuk puncak panen, sudah banyak petambak garam yang memilih berhenti produksi. Kondisi itu membuat sepanjang November lalu, produksi garam hanya ada 2,6 ton saja.

Sedangkan puncak panen hanya terjadi di bulan September dan Oktober yang mencapai 4.600 ton dan 3.838 ton. Dengan durasi panen produksi hanya sampai Juli – Oktober, total produksi garam hanya mencapai 9.046,54 ton saja. Atau hanya sekitar 60 persen dari target.

Slamet mengatakan, jika dibandingkan dengan produksi garam tahun 2019 lalu, produksi garam tahun ini memang cukup rendah. Tahun lalu dengan target 15.555 ton bisa tercapai 25.163 ton.

“Memang masa produksi dan cuaca sangat mempengaruhi produksi garam tradisional yang mengandalkan cuaca. Termasuk di Kabupaten Pasuruan jumlah produksi garam tahun ini tidak bisa maksimal dan tidak bisa mencapai target,” ujarnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU