alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

APBD 2021 Kab Pasuruan Defisit Rp 175 M

BANGIL, Radar Bromo – APBD 2021 akhirnya digedok jelang injury time, Senin malam (30/11). Sebelumnya, pembahasan Rancangan APBD 2021 sempat alot.

Bahkan, agenda pengesahan, molor dari jadwal. Agenda paripurna yang seharusnya digelar pukul 10.00 pagi itu, malah baru bisa diselenggarakan pukul 22.30.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo menyampaikan, perbedaan perangkaan memang sempat menjadi kendala, paripurna digelar. Timgar (eksekutif) dan banggar (DPRD) harus melakukan sinkronisasi untuk memastikan kemampuan penganggaran untuk kemudian disahkan.

Hal tersebut, bukanlah hal yang luar biasa. “Perbedaan tersebut, kan hal yang biasa. Sehingga, perlu disinkronisasikan,” sampai Rusdi.

Berdasarkan hasil paripurna pengesahan R-APBD 2021, pendapatan dan belanja daerah mengalami kenaikan. Proyeksi awal, pendapatan daerah mencapai Rp 3,1 triliun. Namun, kenyataannya, pendapatan digedok Rp 3,2 triliun.

Kenaikan inipun, diikuti dengan peningkatan anggaran belanja daerah. Semula, anggaran belanja daerah, diproyeksikan hanya Rp 3,3 triliun. Namun, akhirnya menjadi Rp 3,4 triliun.

Perbedaan belanja dan pendapatan itu, memicu defisit anggaran yang tak sedikit. Tak kurang, Rp 175 miliar, defisit yang terjadi. Defisit inipun, ditutupi dengan sisa lebih pengguaan anggaran tahun sebelumnya. “Kami berharap, anggaran tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat,” sambung dia.

Sekda Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menjelaskan, pembahasan menuju paripurna membutuhkan waktu lama, lantaran ada perbedaan-perbedaan pandangan. Karenanya, perlu komunikasi untuk menyamakan pandangan tersebut. “Banyak penganggaran yang membutuhkan perhatian. Sementara, keuangan daerah terbatas,” jelas dia. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU