Normalisasi Sungai Welang dengan Anggaran Rp 447 M Terancam Urung Dilakukan

BANGIL, Radar Bromo – Rencana pemerintah untuk menormalisasi dan membangun long storage di Sungai Welang, tampak buram. Wabah Covid-19 yang melanda, menjadi ancaman megaproyek tersebut bisa gagal dijalankan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib menyampaikan, normalisasi dan pembangunan long storage Kali Welang menjadi salah satu program pemerintah pusat. Pelaksanaannya bakal direalisasikan mulai 2021 mendatang.

Hanya saja, pihaknya belum memperoleh perkembangan lebih jauh terkait rencana itu. Konsentrasi pemerintah terhadap wabah korona, membuat rencana itu belum jelas hingga sekarang. “Belum ada perkembangan lebih jauh. Sosialisasi pun belum dilakukan,” kata Misbah, beberapa waktu lalu.

Lelaki yang juga menjabat Pj Sekda Kabupaten Pasuruan tersebut menambahkan, program normalisasi dilancarkan dalam upaya menangani persoalan banjir di wilayah Kraton. Pendangkalan Sungai Welang akan ditangani dengan pengerukan.

Sementara hasil pengerukannya, untuk pembangunan tanggul atau long storage. Biaya yang akan dikeluarkan, tidaklah sedikit. Mencapai Rp 447 miliar.

Besarnya biaya inilah yang dimungkinkan akan membuat rencana itu tak bisa dijalankan tahun depan. “Pemerintah kan membutuhkan dana besar untuk penanganan korona. Dan lagi, pemulihan anggarannya kan tidak bisa langsung,” sampainya.

Meski begitu, pihaknya masih berharap agar program itu bisa dijalankan. Sehingga, bencana banjir yang rutin terjadi di wilayah Kraton, bisa teratasi.

“Kami berharap program itu masih bisa dijalankan,” harapnya. (one/fun)