alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Anggota DPRD Kab Pasuruan Ini Tak Berani Lihat Jarum saat Divaksin

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan menjalani vaksinasi di kantor DPRD di Raci, Senin (1/3). Ketegangan pun menghiasi wajah para wakil rakyat itu saat hendak disuntik vaksin.

Bahkan, ada yang sampai ketakutan. Tidak hanya sampai panas dingin. Tapi sampai enggan untuk melihat dan memilih memejamkan mata.

Kegiatan vaksinasi di kantor Raci itu dilangsungkan sekitar pukul 09.00. Beberapa orang yang hendak disuntik vaksin, tampak mengantre. Bukan hanya anggota dewan, tetapi juga ada beberapa pegawai di lingkungan sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan yang duduk untuk menunggu disuntik.

Sebelum disuntik, mereka harus menjalani screening. Selain cek suhu tubuh, juga tekanan darah dan beberapa pemeriksaan lainnya. Usai dinyatakan layak, mereka kemudian disuntik vaksin Sivonac.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tidak ada kendala berarti saat vaksinasi itu berlangsug. Sebagian besar dari mereka, berani, meski tampak ada yang pasrah. Namun ada pula yang sampai ketakutan untuk divaksin.

Seorang anggota dewan, Saad Muafi, sampai-sampai terasa panas dingin. Politisi dari F-PKB ini bahkan memilih tutup mata dan ogah melihat jarum suntik yang akan ditancapkan kepadanya. Tak pelak, ketakutannya tersebut menjadi bahan candaan.

Hingga membuatnya memejamkan mata dan memalingkan kepalanya lebih lama. Bahkan, meski sebenarnya ia sudah disuntik vaksin. “Belum Gus, belum disuntik,” celetuk salah seorang di sekitarnya.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Gus Muafi –sapaan akrabnya- mengaku, memang fobia dengan jarum suntik. Ia takut melihat jam suntik, sejak dirinya kecil. “Waktu sunat kan harus disuntik bius. Sejak itu, saya takut disuntik,” bebernya.

Namun ia memaksakan diri untuk tetap menjalani vaksinasi demi meningkatkan kekebalan tubuhnya. Selain itu, hal ini dilakukannya sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat, kalau sebenarnya vaksinasi itu aman dan halal.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menyampaikan, vaksinasi ini dilakukan untuk membentuk kekebalan komunitas. Dengan meningkatnya kekebalan komunitas, harapannya bisa meminimalisasi penyebaran Covid-19. “Kami berharap juga pandemi Covid-19 ini bisa berakhir,” timpalnya. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan menjalani vaksinasi di kantor DPRD di Raci, Senin (1/3). Ketegangan pun menghiasi wajah para wakil rakyat itu saat hendak disuntik vaksin.

Bahkan, ada yang sampai ketakutan. Tidak hanya sampai panas dingin. Tapi sampai enggan untuk melihat dan memilih memejamkan mata.

Kegiatan vaksinasi di kantor Raci itu dilangsungkan sekitar pukul 09.00. Beberapa orang yang hendak disuntik vaksin, tampak mengantre. Bukan hanya anggota dewan, tetapi juga ada beberapa pegawai di lingkungan sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan yang duduk untuk menunggu disuntik.

Mobile_AP_Half Page

Sebelum disuntik, mereka harus menjalani screening. Selain cek suhu tubuh, juga tekanan darah dan beberapa pemeriksaan lainnya. Usai dinyatakan layak, mereka kemudian disuntik vaksin Sivonac.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tidak ada kendala berarti saat vaksinasi itu berlangsug. Sebagian besar dari mereka, berani, meski tampak ada yang pasrah. Namun ada pula yang sampai ketakutan untuk divaksin.

Seorang anggota dewan, Saad Muafi, sampai-sampai terasa panas dingin. Politisi dari F-PKB ini bahkan memilih tutup mata dan ogah melihat jarum suntik yang akan ditancapkan kepadanya. Tak pelak, ketakutannya tersebut menjadi bahan candaan.

Hingga membuatnya memejamkan mata dan memalingkan kepalanya lebih lama. Bahkan, meski sebenarnya ia sudah disuntik vaksin. “Belum Gus, belum disuntik,” celetuk salah seorang di sekitarnya.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Gus Muafi –sapaan akrabnya- mengaku, memang fobia dengan jarum suntik. Ia takut melihat jam suntik, sejak dirinya kecil. “Waktu sunat kan harus disuntik bius. Sejak itu, saya takut disuntik,” bebernya.

Namun ia memaksakan diri untuk tetap menjalani vaksinasi demi meningkatkan kekebalan tubuhnya. Selain itu, hal ini dilakukannya sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat, kalau sebenarnya vaksinasi itu aman dan halal.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menyampaikan, vaksinasi ini dilakukan untuk membentuk kekebalan komunitas. Dengan meningkatnya kekebalan komunitas, harapannya bisa meminimalisasi penyebaran Covid-19. “Kami berharap juga pandemi Covid-19 ini bisa berakhir,” timpalnya. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2